Minggu, 19 Juli 2026

Sejarah Singkat PBB yang Diperingati Setiap 24 Oktober, Awal Mula Lahirnya Organisasi Global

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:30 WIB
Tanggal 24 Oktober diperingati sebagai hari organisasi PBB, bagaimana sejarah singkatnya? (Pexel.com/ Hugo Magalhaes)
Tanggal 24 Oktober diperingati sebagai hari organisasi PBB, bagaimana sejarah singkatnya? (Pexel.com/ Hugo Magalhaes)

SketsaNusantara.id - Tanggal 24 Oktober diperingati sebagai hari berdirinya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations.

PBB lahir sebagai tanggapan atas kehancuran dan konflik yang melanda dunia sepanjang dua perang dunia besar pada abad ke-20.

Berdasarkan penelusuran tim SketsaNusantara.id melalui halaman resmi PBB yaitu indonesia.un.org, tanggal berdiri resmi PBB adalah 24 Oktober 1945.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Tegur Pemda Gegara Uang Rp215 Triliun Diam di Bank hingga Ekonomi Tidak Berputar

Pada hari itu, Piagam PBB (United Nations Charter) mulai berlaku setelah diratifikasi oleh mayoritas negara penandatanganan. Momen ini kemudian diperingati setiap tahun.

Adapun pendiri-pendiri utama PBB berasal dari negara-negara Sekutu yang telah bekerjadama dalam Perang Dunia II seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, Republik Rakyat Tiongkok (Cina), Inggris, dan Prancis.

Meski demikian, PBB dibentuk sebagai organisasi multilateral yang terbuka bagi semua bangsa.

Dalam konferensi besar di San Fransisco, sekitar 50 negara berkumpul untuk menyusun Piagam PBB sebelum akhir perang.

Baca Juga: Prabowo Tegur Polisi dan Jaksa agar Stop Kriminalisasi Rakyat Kecil dan Pakai Hati Nurani

Piagam PBB menetapkan tiga pilar utama kerja organisasi ini yaitu: perdamaian dan keamanan internasional, kemajuan sosial dan ekonomi, serta penghormatan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Dengan demikian, PBB bukan hanya soal menghentikan perang tetapi juga soal membangun dunia yang lebih adil, makmur, dan manusiawi.

Seiring waktu, PBB memperluas peranannya tidak hanya sebagai forum diplomasi antar negara, tetapi juga sebagai pusat koordinasi global.

Baca Juga: Bikin Pilot Projek Tekan AKI-AKB, Bupati Gus Fawait Terjunkan 205 Nakes ke Desa dan Kelurahan di Jember

Koordinasi tersebut seperti pembangunan berkelanjutan, kemiskinan, perubahan iklim, migrasi, dan hak asasi manusia.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X