SketsaNusantara.id — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), meluapkan amarah dan kesedihan yang mendalam di hadapan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Titiek Soeharto menyampaikannya saat Rapat Kerja di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 4 Desember 2025.
Titiek Soeharto secara emosional memprotes aktivitas angkutan kayu yang masih beroperasi di wilayah bencana, bahkan hanya berselang 2 hari setelah banjir bandang yang menyebabkan kerugian besar.
Baca Juga: Bang Baud Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Sumatra, Donasi Hari Pertama Tembus Rp29,5 Juta
Dalam rapat yang berfokus pada penanganan bencana hidrometeorologis, khususnya di wilayah Sumatra, Titiek Soeharto menayangkan potongan video dan foto sebagai bukti nyata adanya gelondongan kayu yang diangkut truk 2 hari paska banjir.
"Dan yang lebih, lebih menjengkelkan, itu, truk itu lewat di jalan raya 2 hari setelah peristiwa banjir ini. Dengan kemajuan teknologi, truk itu lewat di depan hidung kita," ungkap Titiek dengan nada penuh amarah dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Titiek menilai perusahaan yang tetap beroperasi di tengah kesengsaraan rakyat sebagai tindakan yang sangat melukai hati masyarakat dan bisa diartikan sebagai penghinaan.
"Sungguh menyakitkan, Pak Menteri. Ini, sesuatu, kalau orang Jawa bilang, ngece, opo ngece? Mengejek, perusahaan ini mengejek gitu," imbuhnya.
"Baru kita kena bencana, dia lewat di depan muka kita. Ini suatu, apa ya, suatu hal yang menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia," tegas Titiek Soeharto, yang merupakan politisi dari Fraksi Partai Gerindra.
Berdasarkan hal itu Titiek meminta agar Raja Juli mencari tahu dan menindak tegas perusahaan apa yang melakukan penebangan dan melanjutkan pengangkutan di saat bencana melanda.
Titiek menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, bukanlah peristiwa mendadak, melainkan akumulasi dari segala kerusakan hutan yang terjadi selama ini akibat praktik penebangan yang tidak terkontrol.
Sebab itu Titiek menegaskan bahwa penebangan liar segera dihentikan dan tak sekadar melakukan moratorium.
Artikel Terkait
Awbimax Kritik Pemerintahan Indonesia dalam Menanggapi Banjir di Sumatra, Bandingkan dengan Thailand: Ini Negara LGBT, lho!
Susi Air Padat Penerbangan Usai Banjir Bandang, Susi Pudjiastuti Tegaskan Hanya Layani Rute Perintis
Ferry Irwandi Terjun Langsung ke Langkat Usai Galang Dana Rp10,3 Miliar untuk Korban Banjir Bandang
UPI Putuskan Pembebasan UKT hingga Lulus bagi Olivia, Mahasiswi Korban Banjir Bandang Agam
Usai Menembus Medan Ekstrem Banjir Bandang Sumatra, Praz Teguh Pamit Pulang untuk Menemui Keluarga