SketsaNusantara.id - Penanganan bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berlangsung dengan intensitas tinggi.
Upaya pencarian korban, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan kebutuhan pokok dilakukan serentak oleh berbagai unsur. Tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi bantuan kemanusiaan mengalir dari seluruh penjuru Indonesia.
Logistik dikirim dalam jumlah besar, sementara relawan dan petugas lapangan bergerak sigap menuju titik-titik terdampak.
Namun tantangan terbesar muncul pada akses menuju daerah bencana. Beberapa wilayah terisolasi akibat tertutupnya jalur darat, kerusakan jembatan, hingga kondisi alam yang menyulitkan kendaraan besar masuk.
Situasi tersebut membuat transportasi udara menjadi salah satu pilihan paling efektif untuk menjangkau lokasi-lokasi terpencil.
Dalam kondisi inilah, layanan penerbangan perintis milik Susi Air kembali menjadi tumpuan. Maskapai yang sudah lama dikenal mampu mendarat di landasan pendek dan medan sulit ini menjadi penghubung antara pusat bantuan dengan kawasan-kawasan yang tidak dapat dijangkau transportasi darat.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Langsung Banjir Sumatra, Janjikan Percepatan Rehabilitasi dan Bantuan Logistik
Aktivitas penerbangan Susi Air meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir, terutama karena kebutuhan mobilisasi logistik dan petugas yang semakin besar.
Di tengah meningkatnya permintaan masyarakat untuk menggunakan layanan udara, pendiri Susi Air sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberikan penegasan melalui unggahan resmi di akun X nya, @@susipudjiastuti.
“Susi Air tidak menjual tiket di wilayah Propinsi Aceh, Sumbar, dan Sumut selain untuk Penerbangan Perintis. Selain perintis tidak ada penerbangan lainnya, kecuali charter,” tulisnya yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan berbagai pertanyaan masyarakat yang mengira bahwa Susi Air menyediakan tiket komersial reguler di tiga provinsi tersebut.
Susi menegaskan bahwa penerbangan yang tersedia saat ini hanya penerbangan perintis—penerbangan yang memang sudah ditetapkan pemerintah untuk menjangkau daerah sulit dan terpencil.
Artikel Terkait
PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Inilah Profil Perusahaan yang Diduga Biang Keladi Banjir Sumatra, Lengkap Statusnya saat Ini
PT Toba Pulp Lestari Bergerak di Bidang Apa? Inilah Profil Perusahaan yang Dituduh sebagai Penyebab Banjir di Sumatra Utara
Rata dengan Tanah! Willie Salim Tunjukkan Dahsyatnya Kerusakan Perumahan Akibat Banjir Bandang
Apa Itu PT TPL? Inilah Profil Perusahaan yang Dituding Sebabkan Banjir Sumatra Utara: Pemilik, Tahun Berdiri, Lokasi, Sejarah Kepemilikan
BRI Gerak Cepat Bantu Warga Sumut–Sumbar Usai Banjir Bandang: Ribuan Paket Disalurkan hingga Perahu Karet untuk Evakuasi