Minggu, 19 Juli 2026

Di Balik Pencopotan Gus Yahya dari Jabatan Ketum PBNU dan Respons PBNU yang Menggerakkan TPF hingga Rencana Muktamar

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 30 November 2025 | 18:00 WIB
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tandatangani rencana pemakzulan Gus Yahya. (YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama )
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tandatangani rencana pemakzulan Gus Yahya. (YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama )

TPF akan dipimpin oleh Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir. Mereka ditugaskan melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap berbagai informasi yang muncul.

Miftachul menambahkan, “Untuk mendapatkan kesahihan dari berbagai informasi tersebut, kami akan menugaskan tim pencari fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.”

Dengan langkah tersebut, PBNU mengupayakan proses yang terukur untuk memahami isu publik terkait internal organisasi.

Selain pembentukan TPF, PBNU juga menyiapkan langkah selanjutnya berupa penyelenggaraan muktamar. Agenda itu diperlukan untuk menjaga jalannya organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Meskipun belum ada waktu pasti, PBNU menegaskan bahwa proses tersebut akan dilakukan segera. Rapat pleno juga menjadi opsi yang dapat dilakukan sebelum muktamar. Langkah itu bertujuan memastikan keberlangsungan aktivitas organisasi.

Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-34 yang berlangsung pada Desember 2021. Berdasarkan ketetapan organisasi, periode jabatannya seharusnya berlangsung hingga 2026. Selama masa jabatannya, ia sempat menghadapi beberapa polemik publik.

Salah satunya terkait undangan akademisi pro-zionis Peter Berkowitz dalam kegiatan akademik NU. Peristiwa itu sempat menimbulkan reaksi dari sejumlah kelompok. Kontroversi lain berkaitan dengan pembahasan konsesi tambang yang melibatkan PBNU dalam pertemuan dengan Presiden pada Agustus 2024.

Dengan berbagai dinamika tersebut, PBNU kini memasuki proses penataan internal yang melibatkan TPF dan persiapan muktamar. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan organisasi sesuai keputusan struktur kepemimpinan tertingginya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X