SketsaNusantara.id - Dinamika politik dalam tubuh internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin memanas.
Pada Jumat, 21 November 2025, tiba-tiba beredar 'Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU' yang membuat publik gempar.
Poin dari edaran tersebut adalah permintaan agar KH Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatannya.
Diketahui bahwa Gus Yahya merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sejak 2022 hingga 2027.
Namun baru 3 tahun menjabat, namanya sudah menjadi bahan perbincangan dalam rapat Syuriyah yang berlangsung di Hotel Aston, Jakarta.
Rapat yang digelar sejak pukul 17.00 hingga 20.00 itu menghasilkan dua poin yang diputuskan oleh Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.
Hasil dari rapat yang dihadiri 37 pengurus harian Syuriyah itu menghasilkan beberapa kesimpulan, di antaranya:
1. Gus Yahya harus mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu 3 hari terhitung dari diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.
2. Namun jika dalam waktu yang sudah ditentukan Gus Yahya belum mundur, maka Rapat Harian Syuriyah PBNU akan memberhentikannya.
Munculnya dua keputusan tersebut disinyalir sebagai imbas dari undangan narasumber yang diduga terafiliasi dengan jaringan zionisme.
Dalam edaran tersebut juga dilampirkan bahwa narasumber pada Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) telah melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.