Kamis, 4 Juni 2026

Reaksi Pemerintah Terhadap Tragedi Irene Sokoy, Ibu dan Bayi Meninggal Bersamaan Karena Ditolak 4 Rumah Sakit di Papua

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 November 2025 | 08:30 WIB
Matius Derek Fakhiri, gubernur Papua  (YouTube KOMPASTV)
Matius Derek Fakhiri, gubernur Papua (YouTube KOMPASTV)

 

SketsaNusantara.id – Meninggalnya Irene Sokoy, seorang ibu hamil dan bayi yang dikandungnya setelah ditolak oleh 4 rumah sakit di Jayapura, memicu respons cepat dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Kasus ini disikapi sebagai kegagalan sistem pelayanan kesehatan darurat yang harus diusut tuntas.

Gubernur Papua, Matius Fakhiri, menjadi pejabat pertama yang menyampaikan respons secara langsung.

Baca Juga: Datang ke Papua, Cinta Laura Ambil Pelajaran Berharga Ini: Kita Punya Privilege Setiap Hari

Bersama istri ia langsung datang berkunjung dan menyatakan permohonan maaf terbuka kepada keluarga dan publik atas insiden yang terjadi.

Gubernur Fakhiri secara terbuka mengakui bahwa tragedi ini adalah bukti nyata buruknya pelayanan kesehatan di Papua.

"Sebagai gubernur, tentunya saya tidak perlu takut dan tidak perlu malu untuk menyampaikan permohonan maaf. Ini pembelajaran yang sangat berharga kepada kami pemerintah," tegas Fakhiri saat mengunjungi rumah duka, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: 4 Keistimewaan Tari Perang Khas Papua, Kesenian Penuh Energi dari Bumi Cendrawasih, Mengobarkan Semangat Kemenangan di Medan Perang

Dalam perkara ini, Gubernur menegaskan akan mengambil langkah-langkah tegas dan memastikan adanya pembenahan radikal dalam sistem kesehatan di provinsi tersebut.

 Ia bahkan mengancam akan mencopot direktur rumah sakit yang terbukti lalai dan menyebabkan lambatnya penanganan pasien.

Ia juga kembali menekankan kepada seluruh jajaran kesehatan untuk selalu mengutamakan keselamatan pasien.

Baca Juga: Ucapan Kontroversial Jule di Podcast Lama Muncul Lagi, Netizen Ingatkan Soal Komentar yang Tak Pantas Soal Papua

 "Saya sudah berulang kali sampaikan, layani dulu pasien baru urusan yang lain," tambahnya, merujuk pada dugaan penolakan yang disebabkan oleh masalah administrasi dan uang muka.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X