Minggu, 19 Juli 2026

Edo Kondologit Tinggalkan Kursi DPRD Papua Barat Daya dan Mundur dari PDIP Perjuangan, Ternyata Pilih Fokuskan Hidup Untuk Melakukan Ini...

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Seniman yang jadi politisi, kini Edo Kondologit pilih lepas jabatan demi integritas (Instagram.com/@edokondologit.official)
Seniman yang jadi politisi, kini Edo Kondologit pilih lepas jabatan demi integritas (Instagram.com/@edokondologit.official)

 

SketsaNusantara.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia politik Papua Barat Daya. Ehud Edward Kondologit, politisi muda yang lebih dikenal publik sebagai penyanyi dan seniman, resmi melepas jabatannya sebagai anggota DPRD Papua Barat Daya periode 2024–2029 sekaligus mundur dari PDI Perjuangan.

Pengumuman itu ia sampaikan langsung dalam konferensi pers di Sorong, Jumat 3 Oktober 2025.

“Dengan penuh kesadaran dan tanpa ada tekanan, saya menyatakan mundur dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus dari kursi DPRD Papua Barat Daya,” tegas Edo di hadapan wartawan, dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Kompas TV.

Keputusan tersebut bukan langkah yang lahir seketika. Edo mengaku menimbangnya dengan serius melalui doa, perenungan panjang, serta diskusi dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Ia menyadari kiprahnya di kursi legislatif belum dapat memberi dampak signifikan, sehingga memilih jalur pengabdian lain.

Baca Juga: Viral! Bendera Merah Putih Robek saat Gladi HUT ke-80 TNI hingga Disebut-sebut Jadi Peringatan dan Pertanda Buruk bagi Indonesia, Ini Kata Puspen

“Saya melihat dinamika politik daerah yang seringkali membuat ruang gerak terbatas. Karena itu, saya merasa perlu mencari wadah lain yang lebih luas agar bisa bermanfaat, bukan hanya bagi Papua Barat Daya, tapi juga untuk Papua secara keseluruhan bahkan Indonesia,” jelasnya.

Menurut Edo, langkah ini juga dipengaruhi panggilan hatinya untuk kembali fokus di bidang sosial. Ia menuturkan rencananya pindah ke Jakarta guna menjangkau masyarakat Papua lebih luas. Ia ingin memastikan suara orang Papua tetap terdengar di pusat, meski tidak lagi duduk di kursi legislatif.

Selain alasan pengabdian, Edo menekankan pentingnya menjaga integritas pribadi. Dengan keluar dari partai, ia merasa dapat bekerja lebih independen, tanpa beban politik maupun sekat ideologi.

Baca Juga: 4 Fakta Terbaru Evakuasi Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Pakai Alat Berat Usai Lewat Golden Time

“Saya ingin bekerja untuk semua orang, bukan hanya untuk pendukung atau satu kelompok tertentu,” katanya.

Sebagai seorang seniman, Edo juga menyinggung dilema yang kerap dialaminya di dunia politik. Baginya, panggilan nurani adalah hal utama, sedangkan politik acapkali menuntut kompromi yang justru membuat dirinya tidak nyaman.

“Hati nurani tidak selalu sejalan dengan politik. Itulah yang membuat saya merasa ini saatnya berhenti,” ungkapnya.

Baca Juga: PT BIN Cigar Tembus Pasar Internasional, Cerutu Asal Jember Siap Sasar Amerika Serikat

Meski memilih mundur, Edo tetap menunjukkan rasa hormat kepada PDI Perjuangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran pengurus partai yang telah memberi kesempatan serta ruang belajar politik.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Kompas TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X