SketsaNusantara.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia politik Papua Barat Daya. Ehud Edward Kondologit, politisi muda yang lebih dikenal publik sebagai penyanyi dan seniman, resmi melepas jabatannya sebagai anggota DPRD Papua Barat Daya periode 2024–2029 sekaligus mundur dari PDI Perjuangan.
Pengumuman itu ia sampaikan langsung dalam konferensi pers di Sorong, Jumat 3 Oktober 2025.
“Dengan penuh kesadaran dan tanpa ada tekanan, saya menyatakan mundur dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus dari kursi DPRD Papua Barat Daya,” tegas Edo di hadapan wartawan, dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Kompas TV.
Keputusan tersebut bukan langkah yang lahir seketika. Edo mengaku menimbangnya dengan serius melalui doa, perenungan panjang, serta diskusi dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Ia menyadari kiprahnya di kursi legislatif belum dapat memberi dampak signifikan, sehingga memilih jalur pengabdian lain.
“Saya melihat dinamika politik daerah yang seringkali membuat ruang gerak terbatas. Karena itu, saya merasa perlu mencari wadah lain yang lebih luas agar bisa bermanfaat, bukan hanya bagi Papua Barat Daya, tapi juga untuk Papua secara keseluruhan bahkan Indonesia,” jelasnya.
Menurut Edo, langkah ini juga dipengaruhi panggilan hatinya untuk kembali fokus di bidang sosial. Ia menuturkan rencananya pindah ke Jakarta guna menjangkau masyarakat Papua lebih luas. Ia ingin memastikan suara orang Papua tetap terdengar di pusat, meski tidak lagi duduk di kursi legislatif.
Selain alasan pengabdian, Edo menekankan pentingnya menjaga integritas pribadi. Dengan keluar dari partai, ia merasa dapat bekerja lebih independen, tanpa beban politik maupun sekat ideologi.
“Saya ingin bekerja untuk semua orang, bukan hanya untuk pendukung atau satu kelompok tertentu,” katanya.
Sebagai seorang seniman, Edo juga menyinggung dilema yang kerap dialaminya di dunia politik. Baginya, panggilan nurani adalah hal utama, sedangkan politik acapkali menuntut kompromi yang justru membuat dirinya tidak nyaman.
“Hati nurani tidak selalu sejalan dengan politik. Itulah yang membuat saya merasa ini saatnya berhenti,” ungkapnya.
Baca Juga: PT BIN Cigar Tembus Pasar Internasional, Cerutu Asal Jember Siap Sasar Amerika Serikat
Meski memilih mundur, Edo tetap menunjukkan rasa hormat kepada PDI Perjuangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri dan seluruh jajaran pengurus partai yang telah memberi kesempatan serta ruang belajar politik.
Artikel Terkait
Inilah Tampang Hacker yang Mengaku Sebagai Bjorka, Latar Pendidikan Pelaku Peretasan Data 4,9 Juta Nasabah Bank Jadi Sorotan, Ternyata Gak Lulus SMK!
Update Kasus Dugaan Bunuh Diri Buruh Pabrik di Jember, Polisi Tetapkan Satu Orang Sebagai Tersangka
Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis
Maksimalkan Penyaluran Honor Guru Ngaji, Kabag Kesra Minta Laporkan Oknum yang Lakukan Praktek Pungli
Salurkan Honor Ngaji secara Terhormat, Guru Ngaji Asal Balung Kidul Apresiasi Pemkab Jember
Update Data Pemilih, KPU Nganjuk Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan III Tahun 2025