SketsaNusantara.id - Proses evakuasi korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur memasuki hari keempat.
Kini, BNPB selaku penanggung jawab proses evakuasi mulai menggunakan alat berat dalam proses pencarian.
Seperti yang diketahui, pada Senin sore, 29 September 2025 bangunan musala di ponpes Al Khoziny tiba-tiba ambruk.
Sebelum menggunakan alat berat, proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personil BNPB, Tim SAR, TNI, Polri hingga relawan.
Runtuhnya bangunan 3 lantai tersebut terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan sholat ashar berjamaah.
Hingga saat ini, setidaknya 113 santri sudah berhasil diidentifikasi, baik yang ditemukan dalam kondisi selamat, luka-luka maupun meninggal dunia.
Dan berikut ini 4 fakta terbaru evakuasi korban ambruknya musala ponpes Al Khoziny.
1. Penggunaan Alat Berat
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan pihaknya memutuskan untuk menggunakan bantuan alat berat dalam proses evakuasi.
Dalam konferensi persnya pada Jumat, 3 Oktober 2025, Suharyanto menegaskan, seluruh pihak termasuk keluarga korban telah menyepakati keputusan tersebut.
“Ini pun sudah disetujui, sudah diikhlaskan oleh seluruh keluarga korban,” ujarnya kepada awak media.
Penggunaan alat berat tersebut dilakukan setelah tidak ditemukannya lagi tanda-tanda kehidupan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Bongkar Identitas Bjorka Palsu, Dalang Peretasan Data Nasabah yang Hebohkan Publik
Inilah Tampang Hacker yang Mengaku Sebagai Bjorka, Latar Pendidikan Pelaku Peretasan Data 4,9 Juta Nasabah Bank Jadi Sorotan, Ternyata Gak Lulus SMK!
Bukan Bjorka? Warganet Soroti Munculnya Akun Lain yang Ngaku Sebagai Bjorka Asli, Usai Polisi Tangkap Pelaku Peretasan Data 4,9 Juta Nasabah Bank
Update Kasus Dugaan Bunuh Diri Buruh Pabrik di Jember, Polisi Tetapkan Satu Orang Sebagai Tersangka
Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis
Maksimalkan Penyaluran Honor Guru Ngaji, Kabag Kesra Minta Laporkan Oknum yang Lakukan Praktek Pungli
Salurkan Honor Ngaji secara Terhormat, Guru Ngaji Asal Balung Kidul Apresiasi Pemkab Jember