Salah satu tanda badai magnetik menghantam bumi adalah terbentuknya aurora atau pancaran cahaya warna-warni yang biasanya muncul di daerah lintang tinggi seperti di daerah kutub.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan dampak badai magnetik di wilayah Indonesia. Pihaknya menyebut Indonesia berada dalam zona aman meski ada beberapa daerah yang dilanda badai magnetik cukup kuat.
Baca Juga: Catat Urutan Fenomena Astronomi pada Mei 2025, Ada Hujan Meteor dan Parade Planet
"Berdasarkan hasil monitoring BMKG dari nilai Indeks K dan Indeks A, maksimum yang tercatat adalah 6. Hal ini mengindikasikan adanya badai magnet dengan skala besar hingga kuat di wilayah Indonesia," tuturnya.
"Dampak badai magnet ini untuk wilayah Indonesia, berada pada lintang rendah sehingga relatif aman," imbuh BMKG.
BMKG menjelaskan bahwa Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa, wilayah di mana medan magnet Bumi paling horizontal dengan inklinasi mendekati nol derajat. Artinya, proteksi magnetik terhadap partikel Matahari secara alami lebih baik di wilayah ini.
"Semakin dekat stasiun magnet dengan garis lintang equator 0° (garis khatulistiwa), maka pengaruh badai magnet terhadap daerah di stasiun tersebut akan semakin lemah," terangnya.
"Sehingga medan magnet Bumi melindungi wilayah ini dari dampak terburuk badai magnetik yang paling kuat terasa di kutub," pungkas BMKG.
Penjelasan BMKG ini mengundang beragam komentar dan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sejumlah warganet mengaku mengalami gangguan komunikasi lantaran sinyal ponsel melemah yang dikaitkan dengan terjadinya badai magnetik.
Tak sedikit pula yang menghubungkan fenomena ini dengan perubahan cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah termasuk Jakarta hingga Jawa Timur mengalami perubahan cuaca dengan langit yang tiba-tiba diselimuti awan hitam hingga diuguyur hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
Beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Sidoarjo dan Malang dilanda cuaca buruk bahkan sampai menyebabkan banjir dan kerusakan di beberapa titik akibat angin puting beliung.
Artikel Terkait
Heboh Warga Jember Mendadak Temukan Ratusan Ikan Kecil Terdampar di Pantai Payangan, Benarkah Pertanda Akan Terjadi Tsunami? Begini Penjelasan BMKG
Bukan Megathrust, BMKG Beberkan Hasil Analisis Terkait Gempa 6,3 SR yang Mengguncang Bengkulu, Ternyata Ini Alasannya Tak Ada Gempa Susulan
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Wilayah di Indonesia Akibat Siklon Tropis Wutip
Musim Kemarau Ternyata Banjir? BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun 2025
4 Himbauan BMKG Pasca Gempa Rusia 8,7 M yang Berpotensi Tsunami di Indonesia, Daryono: Belajar dari Tsunami Tohoku
BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Cuaca Ekstrem ke Korban Bencana