Minggu, 19 Juli 2026

Badai Geomagnetik Kuat Kembali Menghantam Bumi, BMKG Jelaskan Penyebab hingga Dampaknya bagi Indonesia, Benarkah Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 14 November 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi badai geomagnetik yang terjadi akibat ledakan matahari dan menyebabkan gangguan pada atmoster bumi  (nasa.gov)
Ilustrasi badai geomagnetik yang terjadi akibat ledakan matahari dan menyebabkan gangguan pada atmoster bumi (nasa.gov)

Salah satu tanda badai magnetik menghantam bumi adalah terbentuknya aurora atau pancaran cahaya warna-warni yang biasanya muncul di daerah lintang tinggi seperti di daerah kutub.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan dampak badai magnetik di wilayah Indonesia. Pihaknya menyebut Indonesia berada dalam zona aman meski ada beberapa daerah yang dilanda badai magnetik cukup kuat.

Baca Juga: Catat Urutan Fenomena Astronomi pada Mei 2025, Ada Hujan Meteor dan Parade Planet

"Berdasarkan hasil monitoring BMKG dari nilai Indeks K dan Indeks A, maksimum yang tercatat adalah 6. Hal ini mengindikasikan adanya badai magnet dengan skala besar hingga kuat di wilayah Indonesia," tuturnya.

"Dampak badai magnet ini untuk wilayah Indonesia, berada pada lintang rendah sehingga relatif aman," imbuh BMKG.

BMKG menjelaskan bahwa Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa, wilayah di mana medan magnet Bumi paling horizontal dengan inklinasi mendekati nol derajat. Artinya, proteksi magnetik terhadap partikel Matahari secara alami lebih baik di wilayah ini.

Baca Juga: Terjadi Ledakan Matahari dalam Beberapa Hari Terakhir, Benarkah Jadi Penyebab Suhu Indonesia Makin Panas? Begini Penjelasan BMKG

"Semakin dekat stasiun magnet dengan garis lintang equator 0° (garis khatulistiwa), maka pengaruh badai magnet terhadap daerah di stasiun tersebut akan semakin lemah," terangnya.

"Sehingga medan magnet Bumi melindungi wilayah ini dari dampak terburuk badai magnetik yang paling kuat terasa di kutub," pungkas BMKG.

Penjelasan BMKG ini mengundang beragam komentar dan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sejumlah warganet mengaku mengalami gangguan komunikasi lantaran sinyal ponsel melemah yang dikaitkan dengan terjadinya badai magnetik.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Jawa Timur Akibat Gelombang Atmosfer MJO, Equatorial Rossby hingga Gelombang Kelvin, Ini Penjelasannya

Tak sedikit pula yang menghubungkan fenomena ini dengan perubahan cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah termasuk Jakarta hingga Jawa Timur mengalami perubahan cuaca dengan langit yang tiba-tiba diselimuti awan hitam hingga diuguyur hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

Beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Sidoarjo dan Malang dilanda cuaca buruk bahkan sampai menyebabkan banjir dan kerusakan di beberapa titik akibat angin puting beliung.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: bmkg.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X