SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi dan Geofisika sampaikan peringatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah di Indonesia pada 14-17 Juni 2025.
Menurut BMKG seperti yang dikutip oleh SketsaNusantara.id, kondisi ini dipengaruhi oleh Siklon Tropis Wutip yang berada di Laut China Selatan dan memicu peningkatan kecepatan angin serta gelombang tinggi.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar antara 6 sampai 30 knot.
Sedang untuk wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari Timur menuju Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 6 sampai 30 knot.
Kecepatan angin tertinggi menurut BMKG terpantau di Samudra Pasifik utara Halmahera, Samudera Hindia selatan Banten hingga NTT.
Tinggi gelombang di sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan memiliki tinggi 1.25 sampai dengan 2.5 meter.
Atas hal itu, BMKG memberi saran keselamatan, di mana tinggi gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran baik itu Perahu Nelayan maupun Kapal Tongkang.
Peringatan dini juga diberikan untuk sejumlah wilayah yang berpotensi memiliki tinggi gelombang 2.5 sampai dengan 4 meter.
Wilayah tersebut meliputi Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia selatan di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, DIY, Bali, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB.
Gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayanan perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2.5 meter.
“Gelombang sedang (1.25 - 2.5 m) terpantau di 22 wilayah. Gelombang tinggi (2.5 - 4.0 m) terpantau di 10 wilayah,” tulis BMKG dalam keterangannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sederhana Namun Legendaris! Inilah Pasar Tradisional Pinggir Laut di Selatan Kecamatan Ambulu, Jember
Daya Tarik Pantai Batakan Baru: Keindahan Alam, Wahana Seru, dan Spot Glamping Hidden Gem di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
Terselip di Ujung Utara Pati, Ikon Wisata Eksotis di Kampung Kelahiran Soimah yang Menghadap Langsung ke Laut Jawa
BRI dan Warga Kapoposang Bersinergi Pulihkan Laut Lewat Transplantasi Karang dan Pelatihan Wisata Bahari
Dukung Transportasi Laut Terjangkau, BRI Teken Kerja Sama Strategis dengan PELNI dan Anak Usahanya lewat Skema Kredit dan Notional Pooling