Kamis, 4 Juni 2026

Setelah Prabowo Nyatakan Siap Tanggung Jawab, KPK Pastikan Proses Penyelidikan Dugaan Korupsi Whoosh Tetap Berjalan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 6 November 2025 | 20:30 WIB
Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai sorotan. (setneg.go.id)
Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai sorotan. (setneg.go.id)

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan komitmennya terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung dalam acara peresmian revitalisasi Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.

“Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Ia juga meminta PT KAI agar tetap fokus pada pelayanan publik. “Jadi, PT KAI nggak usah khawatir, semua nggak usah khawatir, kita layani rakyat kita,” tambahnya.

Presiden menegaskan bahwa tanggung jawab atas proyek strategis nasional merupakan bagian dari kewajibannya sebagai kepala negara.

Sebelumnya, dugaan adanya mark up biaya proyek Whoosh disampaikan oleh Mahfud MD dalam kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025. Dalam tayangan itu, Mahfud menyoroti adanya perbedaan besar antara biaya pembangunan per kilometer di Indonesia dan di Tiongkok.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat tetapi di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS, naik tiga kali lipat,” ungkap Mahfud MD.

Ia menilai selisih harga tersebut harus diperiksa agar publik mengetahui kemana aliran dana proyek tersebut. Mahfud juga menyatakan siap dimintai keterangan oleh lembaga berwenang, meski menolak membuat laporan resmi.

Hingga kini, KPK memastikan telah mengumpulkan informasi awal terkait dugaan penyimpangan dalam proyek Kereta Cepat Whoosh. Proses penyelidikan diharapkan dapat menjawab keresahan publik dan memperkuat transparansi dalam proyek strategis nasional itu.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X