Kamis, 4 Juni 2026

Menkeu Purbaya Buka Fakta Baru soal Whoosh, Said Didu Sebut Kotak Pandora Era Jokowi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai sorotan. (setneg.go.id)
Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang kini tengah menuai sorotan. (setneg.go.id)

Said Didu: Purbaya Buka Kotak Pandora Era Jokowi

Pernyataan Purbaya ini juga menuai reaksi dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus pengamat politik, Said Didu. Ia menilai langkah dan ucapan Purbaya justru membuka tabir baru dalam kebijakan fiskal masa pemerintahan Jokowi.

“Purbaya dengan gaya netral membuka kotak pandora terhadap hal-hal yang selama ini seakan-akan baik-baik saja,” ujar Said Didu dalam program Rakyat Bersuara, Rabu, 29 Oktober 2025.

Ia menilai, kebijakan fiskal di masa lalu perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai telah membebani keuangan negara. “Padahal kelebihan narik anggaran, dana ke daerah (kebijakan Menkeu terdahulu) sangat bobrok,” imbuhnya.

Said Didu juga menyoroti peningkatan tajam utang negara selama masa kepemimpinan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Keuangan.

“Sebagai pejabat publik, apa hasilnya kebijakan Sri Mulyani? Menaikkan utang dari Rp8.000 triliun menjadi Rp24.000 triliun," sebutnya.

"Menaikkan cicilan utang dari Rp400 triliun menjadi Rp1.600 triliun, bunga utang dari 2 persen menjadi 6–7 persen,” ungkap Said Didu.

Membuka Jalan Baru Kebijakan Fiskal

Menurut Said Didu, angka utang pemerintah yang diklaim mencapai Rp10.269 triliun pada akhir 2024 belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Jika memasukkan seluruh kewajiban, termasuk utang BUMN dan dana pensiun, jumlahnya bisa mencapai Rp24.000 triliun.

“Maka ini kotak pandoranya dibuka (oleh Purbaya),” ujarnya.

Sejumlah kalangan menilai, sikap terbuka Purbaya bisa menjadi momentum penting bagi evaluasi proyek infrastruktur besar. Pendekatan ekonominya yang lebih berbasis produktivitas daerah dinilai mampu membuka ruang pembenahan, terutama agar manfaat pembangunan benar-benar terasa bagi masyarakat di sepanjang jalur cepat Whoosh.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X