SketsaNusantara.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan perhatian penuh terhadap dana pemerintah daerah (Pemda) yang belum terserap sepenuhnya.
Sorotan Purbaya terhadap beberapa Pemda adalah imbas dari banyaknya dana yang belum sepenuhnya terpakai, justru malah mengendap di bank.
Bendahara negara ini menyebutkan total uang pemerintah yang mengendap di bank mencapai Rp234 triliun.
Data tersebut diperoleh Kementerian Keuangan dari Bank Indonesia yang merupakan akumulasi hingga bulan September 2025.
Menkeu Purbaya berkata bahwa kondisi demikian merupakan sebuah petunjuk bahwa realisasi belanja daerah sangatlah lambat.
Padahal, tambahnya, pemerintah pusat telah menyalurkan dana dengan cepat untuk dibelanjakan.
Adanya permasalahan tersebut membuat pengganti Sri Mulyani Indrawati berpikir lebih keras.
Sebenarnya, kata Purbaya, dana dari pusat itu ada, namun keterlambatan penyerapan itu terjadi karena Pemda terlalu lama ambil tindakan.
Bahkan menteri yang baru bergabung di Kabinet Merah Putih (KMP) ini berencana membuat sebuah sistem untuk mempermudah penyerapan dana.
Sistem yang dicanangkan mulai berlaku tahun depan ini bertujuan agar Pemda tak perlu menumpuk uang di bank.
"Sampai akhir tahun di sisain kan, untuk bulan Januari Februari, nanti tahun depan Saya mulai kembangkan sistem dimana transfernya bisa cepat tanggal 1-2 Januari udah keluar lah ke Pemda," ujar Purbaya di hadapan awak media, Kamis, 23 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Purbaya Yudhi Sadewa Tegur Pemda Gegara Uang Rp215 Triliun Diam di Bank hingga Ekonomi Tidak Berputar
Datangi Kantor Dirjen Pajak, Purbaya Yudhi Sadewa Dapati Pegawainya yang Pound Fit di Kantor
Reformasi Belum Tuntas, Purbaya Ungkap Korupsi Daerah Masih Subur
Prabowo Ingin Uang Korupsi Dipakai untuk Beasiswa LPDP, Purbaya Sebut Belum Bisa Sekarang
Dana Jumbo Rp200 Triliun Belum Cukup, Bank Mandiri Lapor Uang Habis, Menkeu Purbaya: 'Itu Bagus ya'
Tito Karnavian Luruskan soal Dana Mengendap, Ungkap Selisih Rp18 Triliun dengan Data Menkeu