Mahfud MD menjelaskan, informas awal tentang kemelut kereta cepat tersebut bukan berasal dari diriinya.
“Seperti saya sebut di podcast TERUS TERANG yang awalnya menyeiarkan itu adalah NusantaraTV dalam rubrik ‘Prime Dialog’ edisi 13 Oktober 2025,” tulisnya lagi.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, KPK Telusuri Aliran Uang dan Peran Asosiasi Penyelenggara
Dua narasumber dalam acara tersebut, Antony Budiawan dan Agus Pambagyo menjadi salah satu faktor yang membuat Mahfud MD membahas kemelut tersebut secara terbuka di podcastnya.
“Saya percaya kepada ketiganya, maka saya bahas secara terbuka di podcast TERUS TERANG,” pungkasnya.
Mahfud MD pun meminta KPK untuk langsung menyelidiki dugaan mark up Whoosh tanpa harus adanya laporan dari dirinya.
Ia juga mengarahkan agar KPK memanggil NusantaraTV beserta 2 narasumber tersebut untuk dimintai keterangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Udayana Lewan Kesaksian Sang Ibu, Sempat Bersikap Ganjil selama 5 Bulan Terakhir
Purbaya Yudhi Sadewa Geram! 2 Hari Dibuka, 'Lapor Pak Purbaya' Terima 15 Ribu Aduan, 10 Kasus Bea Cukai Langsung Ditindak
Prabowo Setuju Bensin Dicampur Etanol, Pertamina Siap Jalan tapi DPR Ingatkan soal Risiko Mesin
Geger! Jenazah Bayi Perempuan di Semboro Jember Ditemukan di Selokan
Menkes Budi Ungkap 40–50 Persen Masalah Kesehatan Bisa Selesai jika Program Makan Bergizi Gratis Berhasil
Ditjen Dikti Kutuk Keras Aksi Dugaan Bullying di Universitas Udayana yang Tewaskan Mahasiswa Timothy Anugerah Saputra, Serukan Pernyataan Tegas Ini