Masyarakat menurutnya perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan utuh mengenai pondok pesantren, yang sering kali dilihat hanya dari satu sisi, tanpa mempertimbangkan peran multidimensinya di tengah masyarakat.
"Sekarang kyai dituduh hidup bermewah-mewah, naik Alphard sementara santrinya hidup sederhana. Kenyataannya yang punya mobil mewah hanya 1,2 orang saja dari jutaan kyai pesantren yang mengabdi dengan penuh keikhlasan," tegas Yenny Wahid.
"Bagaimana santri mencium tangan kyai? Itu bukan ekploitasi, itu karena tanda cinta dan penghormatan karena kyai memberikan ilmunya dengan keikhlasan bukan karena bayaran," ungkapnya.
Untuk itu berdasarkan fakta-fakta tersebut Yenny meminta kita harus melihat pesantren secara adil sebagai lembaga yang membuka pintu ilmu bagi rakyat kecil sejak zaman penjajahan dan berdiri dari sebuah keihklasan dan selalu menjadi pelita ditengah masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Di Balik Tekanan Spin-Off 2026, Industri Asuransi Syariah Diprediksi Masuki Fase Emas Pertumbuhan
KPK Turun Tangan Kawal Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, Soroti Celah Rawan dan Efektivitas di Lapangan
Viral Kisah CEO di Jepang Rela Tak Digaji dan Hidup Ngirit demi Selamatkan Perusahaan saat Krisis Keuangan, Warganet: Mustahil Terjadi di Indonesia
Suhu Panas hingga 37 Derajat Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, Ini Penyebabnya Kata BMKG: Pengaruh dari...
Presiden Prabowo Bakal Pangkas Ratusan BUMN, Minta Danantara Pakai Standar Internasional hingga Cari Orang Terbaik
Belum Sebulan Beroperasi, Penerbangan Jember-Jakarta di Bandara Notohadinegoro Terhenti, Bapenda: Bukan Berhenti