Sabtu, 18 Juli 2026

29 Ribu Ton Beras Rusak, Mentan Amran Minta Jangan Hanya Soroti yang Buruk karena Ada Produksi 4 Juta Ton Beras Baik

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi. Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak. (Pexels/EDRIS IBRAHEEM)
Ilustrasi. Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak. (Pexels/EDRIS IBRAHEEM)

Amran juga menjelaskan bahwa sebagian kecil beras yang turun mutu akan dimanfaatkan secara bijak. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan tidak layak konsumsi, beras tersebut akan digunakan sebagai bahan pakan ternak.

“Nah, 29 ribu ton beras (yang rusak) ini kita cek, kalau ini tidak layak, untuk pakan ternak. Itu kan tidak nol. Memang sekarang ada rusak 29 ribu ton karena berasnya 4,2 juta ton,” paparnya.

Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut memperkuat penjelasan tersebut. Ia menyebut proses penanganan beras rusak akan melalui tahapan pembersihan dan uji laboratorium.

“Kami akan reprocessing, reprocessing ini kami bersihkan, kami cuci ulang. Nanti kita lab lagi, kalau layak kita konsumsikan kepada masyarakat, yang tidak layak nanti kita sisakan untuk diolah menjadi pakan ternak,” ucap Ahmad kepada wartawan di Jakarta, 2 Oktober 2025.

Di sisi lain, Mentan Amran menyatakan optimistis Indonesia akan mencapai swasembada beras pada akhir 2025 tanpa harus melakukan impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional telah mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 34 juta ton hingga akhir tahun.

“Mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem, kita swasembada dan sampai hari ini, produksi kita 33,1 juta ton sesuai Badan Pusat Statistik (BPS) dan perkiraan produksi 34 juta ton di akhir tahun dibanding tahun lalu 30 juta ton,” terangnya.

Amran menutup dengan keyakinan bahwa target swasembada beras yang sebelumnya ditetapkan empat tahun oleh Presiden Prabowo bisa dicapai lebih cepat, yakni pada 2025.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X