Artis seperti Leony yang pernah kena masalah saat mengurus pajak juga ikut berkomentar, menyebut Tepuk Pajak bisa jadi solusi pembayaran pajak.
"Wah ini bagus banget nih, masyarakat bisa bayar pajak pake tepuk tangan coretax doang," tulis Leony melalui akun Instagram @leonyvh.
"Daripada joget, coba gimana bikin sistem yang mempermudah para pelapor pajak ini. Nanti dulu bikin jogetnya kalo niatnya edukasi viral. Nanti lembaga lain bantu supaya masyarakat bisa bayar pajak lebih manusiawi," tutur akun @sayatsaqif.
"Lucu banget, kita bayar pajak, mumet sendiri gara-gara coretax. Oke, kita lapor SPT, sekarang lu pada laporan ke kita pajaknya buat apaan aja??" komentar akun @negoro.6788.
Sebagai informasi, Coretax merupakan sistem inti perpajakan berbasis teknologi informasi (IT) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pajak di Indonesia.
Coretax dibuat untuk mengintegrasikan berbagai layanan pajak dalam satu platform terpadu dan sistem ini harapkan dapat mempercepat proses pelaporan dan pembayaran pajak, serta mengurangi kesalahan manual sehingga meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Namun, publik sering mengeluhkan penggunaan Coretax yang dilaporkan sering eror, karena mengalami gangguan seperti susah login, crash, akses lambat, bahkan kerap ditemui adanya ketidak sesuaian data yang membuat kerepotan saat lapor SPT.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Sri Mulyani Tegaskan Tak Ada Pajak Baru 2026, Fokus Perbaikan Layanan Administrasi dan Patuh Bayar
Indonesia Disebut Sedang Mengalami Chilian Paradox, Ini Cara Sri Mulyani Redam Kemarahan Rakyat Terkait Kebijakan Pajak
Pakai 'Bahasa Bayi', Ferry Irwandi Jelaskan Kebijakan Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun untuk 5 Himbara hingga Protes Hotman Paris
Menkeu Purbaya Sindir Pertamina Malas Bangun Kilang, RDMP Balikpapan Diklaim Sudah 96 Persen Rampung
Leony Ungkap Kejanggalan Anggaran Tangsel: Dari Pajak Waris, Suvenir Rp20 Miliar, hingga Perjalanan Dinas Rp117 Miliar
Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Dipangkas, Menkeu Purbaya Tantang Serapan hingga Akhir Oktober 2025