Kamis, 4 Juni 2026

Indonesia Disebut Sedang Mengalami Chilian Paradox, Ini Cara Sri Mulyani Redam Kemarahan Rakyat Terkait Kebijakan Pajak

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 September 2025 | 19:51 WIB
Peristiwa 28 Agustus 2025 dan Kerusuhan Chile Oktober 2019 (X @andi_jaya2021, @togaocha)
Peristiwa 28 Agustus 2025 dan Kerusuhan Chile Oktober 2019 (X @andi_jaya2021, @togaocha)

SketsaNusantara.id - Indonesia disebut sedang mengalami Chilian paradox dan ini cara Sri Mulyani untuk meredam fenomena tersebut.

Kepala Pusat Ekonomi, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan (FESD) INDEF, Abra Talattov, menyebutkan bahwa Indonesia menunjukkan gejala "Paradoks Chile" atau Chilian paradox.

Ia menyebutkan jika istilah Chilian paradox yang kini cocok disematkan kepada Indonesia bisa dilihat dari ketika terjadi rentetan demonstrasi akhir-akhir ini.

Baca Juga: Catatan Kelam Indonesia! Ini Daftar Panjang 10 Korban Tewas Dalam Aksi Demo Akhir Agustus 2025

Ini menunjukkan bahwa diatas kertas ekonomi tampak stabil, data ekonomi di klaim era Prabowo bertumbuh dengan baik, kemiskinan turun dan inflasi terkendali namun masyarakat berteriak ketika merasakan ketidakadilan serta kesulitan ekonomi.

"Di Indonesia paradox itu jelas, harga kebutuhan pokok melambung, lapangan kerja terancam dan jutaaan pekerjaan digital dan platform manufaktur masih hidup dalam ketidakpastian," tegas Abra Talattov dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

"Kematian tragis seorang ojek online bernama Affan Kurniawan mnajdi simbol rapuhnya perlindungan negara terhadap pekerja," imbuhnya.

Baca Juga: Viral Foto Profil Warna Brave Pink Hero Green di Medsos, Ini Makna hingga 2 Sosok pada Demo di Jakarta yang Jadi Inspirasi

Untuk itu Abra menilai bahwa aksi demonstrasi yang berakhir tragedi ini merupakan alarm keras bagi pemerintah atas kegagalan fundamental pengelolaan ekonomi.

Solusinya bukan gas air mata atau tindaakn agresif aparat namun reformasi fiskal yang adil dan transparan, ciptakan lapangan kerja, serta reformasi undang-undang untuk pekerja digital.

Merespons potensi ketidakpuasan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjadi salah satu sasaran kemarahan masyarakat berjanji bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak, terutama pajak baru, untuk tahun 2026.

Baca Juga: Viral! Diduga Wamen Komdigi Terciduk Plesiran di Tengah Demo Besar, Nyungsep di Barisan Kelas Ekonomi, Belum Cair?

Alih-alih menaikkan pajak, pemerintah menyatakan akan fokus pada peningkatan kepatuhan wajib pajak dan perbaikan administrasi perpajakan. 

Janji ini bisa dilihat sebagai upaya pemerintah untuk meredam kekhawatiran dan ketidakpuasan masyarakat, khususnya kelas menengah, yang selama ini merasa terbebani.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X