SketsaNusantara.id - Indonesia disebut sedang mengalami Chilian paradox dan ini cara Sri Mulyani untuk meredam fenomena tersebut.
Kepala Pusat Ekonomi, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan (FESD) INDEF, Abra Talattov, menyebutkan bahwa Indonesia menunjukkan gejala "Paradoks Chile" atau Chilian paradox.
Ia menyebutkan jika istilah Chilian paradox yang kini cocok disematkan kepada Indonesia bisa dilihat dari ketika terjadi rentetan demonstrasi akhir-akhir ini.
Baca Juga: Catatan Kelam Indonesia! Ini Daftar Panjang 10 Korban Tewas Dalam Aksi Demo Akhir Agustus 2025
Ini menunjukkan bahwa diatas kertas ekonomi tampak stabil, data ekonomi di klaim era Prabowo bertumbuh dengan baik, kemiskinan turun dan inflasi terkendali namun masyarakat berteriak ketika merasakan ketidakadilan serta kesulitan ekonomi.
"Di Indonesia paradox itu jelas, harga kebutuhan pokok melambung, lapangan kerja terancam dan jutaaan pekerjaan digital dan platform manufaktur masih hidup dalam ketidakpastian," tegas Abra Talattov dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Kematian tragis seorang ojek online bernama Affan Kurniawan mnajdi simbol rapuhnya perlindungan negara terhadap pekerja," imbuhnya.
Untuk itu Abra menilai bahwa aksi demonstrasi yang berakhir tragedi ini merupakan alarm keras bagi pemerintah atas kegagalan fundamental pengelolaan ekonomi.
Solusinya bukan gas air mata atau tindaakn agresif aparat namun reformasi fiskal yang adil dan transparan, ciptakan lapangan kerja, serta reformasi undang-undang untuk pekerja digital.
Merespons potensi ketidakpuasan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjadi salah satu sasaran kemarahan masyarakat berjanji bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak, terutama pajak baru, untuk tahun 2026.
Alih-alih menaikkan pajak, pemerintah menyatakan akan fokus pada peningkatan kepatuhan wajib pajak dan perbaikan administrasi perpajakan.
Janji ini bisa dilihat sebagai upaya pemerintah untuk meredam kekhawatiran dan ketidakpuasan masyarakat, khususnya kelas menengah, yang selama ini merasa terbebani.
Artikel Terkait
Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Buka Suara Soal Demo Besar-besaran di Tanah Air, Kritik Hal Ini
Indonesia Berduka! 7 Korban Jiwa dalam Demo 28-31 Agustus 2025, Salah Satunya Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta
Jenguk dan Naikkan Pangkat Polisi yang Alami Cedera, Prabowo Nyatakan Perang Pada Tindakan Makar Saat Demo
Presiden Prabowo Subianto Sebut Ada Mafia di Balik Aksi Demo Beberapa Hari Terakhir, Tegaskan Tak Akan Pernah Mundur Sampai Kapanpun!
Presiden Prabowo Subianto Naikkan Pangkat Polisi yang Luka Saat Kawal Demo, Netizen: Lalu Rakyat Dapat Apa?