SketsaNusantara.id - Tim SAR Gabungan mengalami tantangan dalam proses evakuasi korban runtuhnya bangunan di ponpes Al Khoziny Sidoarjo pada hari kelima.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku On Scene Coordinator.
Dalam keterangannya yang diunggah akun Instagram @kantorsar_surabaya, proses evakuasi korban kali ini tidak mudah.
Tim SAR Gabungan harus bekerja dengan lebih berhati-hati lagi karena sejumlah korban tertimbun material di bawah reruntuhan bangunan.
“Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka, baru kemudian mengevakuasi korban dari timbunan material,” ungkap Nanang.
Dalam proses evakuasi kali ini, Tim SAR Gabungan bahkan harus menghentikan sementara penggunaan alat berat.
Penghentian penggunaan alat berat ini bertujuan agar memberi ruang bagi petugas untuk melakukan pemotongan besi dan mengangkat secara manual.
Hal tersebut dilakukan demi faktor keselamatan baik bagi petugas di lapangan maupun korban.
Selanjutnya, setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Baca Juga: Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Lambat, Tim DVI Hadapi Kendala Data Sidik Jari
Hingga Minggu pagi, 5 Oktober 2025 tercatat sebanyak 141 korban berhasil dievakuasi.
Artikel Terkait
Basuki Laporkan Progres IKN, Tegaskan Pembangunan Difokuskan untuk Legislatif dan Yudikatif
Menkeu Purbaya Sindir Pertamina Malas Bangun Kilang, RDMP Balikpapan Diklaim Sudah 96 Persen Rampung
Leony Ungkap Kejanggalan Anggaran Tangsel: Dari Pajak Waris, Suvenir Rp20 Miliar, hingga Perjalanan Dinas Rp117 Miliar
Program Makan Bergizi Gratis Diterpa Kasus Keracunan, Luhut Tolak Hentikan
Ferry Irwandi Diduga Sakit Usai Posting Foto Pakai Baju Pasien? Netizen: Kena Santet apa Keracunan MBG
Panitia Melelang untuk Tentukan Biaya Pilar Pembangunan Masjid Ikonik Dekat Bendungan Semantok Nganjuk