Minggu, 19 Juli 2026

Gubernur Khofifah Pantau Proses Evakuasi Korban Reruntuhan Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo yang Berlangsung hingga Hari ke-5

Photo Author
Iin Iffahnda Maharani, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Gubernur Khofifah pantau proses evakuasi korban ponpes Al khoziny yang dilakukan dengan penambahan alat berat hingga hari ke lima. (Instagram/@khofifah.ip)
Gubernur Khofifah pantau proses evakuasi korban ponpes Al khoziny yang dilakukan dengan penambahan alat berat hingga hari ke lima. (Instagram/@khofifah.ip)

 


SketsaNusantara.id - Jawa Timur dikabarkan masih berduka atas runtuhnya mushola pondok pesantren Al-Khoziny Sidoarjo yang mana telah memakan banyak korban jiwa.

Proses evakuasi korban hingga kini masih di upayakan untuk mencari santri yang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan mushola pondok pesantren tersebut.

Melansir dari akun instagram resmi @khofifah.ip, sehubungan dengan dilakukannya proses evakuasi. Pemerintah Jawa Timur telah menambahkan bantuan alat berat yang dapat mempercepat pertolongan di lokasi reruntuhan.

Baca Juga: Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Lambat, Tim DVI Hadapi Kendala Data Sidik Jari

“Mohon do’a semuanya. Saat ini proses pembongkaran serta evakuasi berjalan dengan penuh kehati-hatian, mengingat masih ada korban di dalam,” tutur Gubernur Khofifah.

Tambahan alat berat tersebut berupa ekskavator yang digunakan untuk mengambil bongkahan reruntuhan beserta breaker untuk memecah bagian bangunannya.

Meskipun dilakukan percepatan pada evakuasi korban, gubernur Jawa Timur tetap memantau kondisi di lapangan agar dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Dan dibantu oleh tim DVI dari Polda Jatim.

Baca Juga: Identifikasi Korban Ambruknya Bangunan Mushola Ponpes Al Khoziny Terkendala, Sidik Jari Rusak dan Data Minim Jadi Hambatan

Selain itu, evakuasi pada hari ke lima juga dilakukan dengan bantuan forensik dari universitas Airlangga serta psikolog dari dinas sosial untuk mendampingi keluarga korban reruntuhan.

Kehadiran psikolog pun diupayakan untuk memberikan konseling pada korban agar tetap tegar dan kuat atas insiden yang menimpa anak-anak mereka.

“Mohon doa untuk korban, yang dirawat semoga lekas sembuh, yang wafat semoga bahagia di sisi Allah, khusnul khatimah,” tutur gubernur Jatim.

Ia juga berharap bahwa keluarga korban diberikan kesabaran serta kekuatan atas musibah yang menimpa santri ponpes Al-Khoziny.

“Keluarganya sabar, tabah dan kuat, serta ikhlas. Tim SAR gabungan dan relawan yang bekerja diberikan kesehatan, kelancaran, kesuksesan, dan solidaritas yang tinggi. Al-fatihah,” ungkap gubernur tersebut.

Dari reruntuhan tersebut, besar harapan para wali santri bahwa anak-anak mereka masih dapat diselamatkan melalui bantuan yang datang dari berbagai instansi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X