Suharyanto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjelaskan secara rinci proses identifikasi yang dilakukan oleh DVI dan Inavis membutuhkan waktu.
Termasuk melakukan upaya maksimal dalam proses evakuasi seperti penggunaan alat berat.
“Alat berat juga sedang masuk secara masif untuk mempercepat. Semuanya sudah kita lakukan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Suharyanto juga mengingatkan kepada para keluarga korban akan bahaya susulan insiden runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Usung Lukisan Sebagai Terapi Kesehatan Mental, KSR PMI UNEJ Gandeng Seniman untuk Kupas Tuntas Seni Sebagai Media Regulasi Emosi Bagi Mahasiswa
Basuki Laporkan Progres IKN, Tegaskan Pembangunan Difokuskan untuk Legislatif dan Yudikatif
Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Rp1,98 Triliun, Air Mata Sang Ibu Jadi Sorotan Publik
Leony Ungkap Kejanggalan Anggaran Tangsel: Dari Pajak Waris, Suvenir Rp20 Miliar, hingga Perjalanan Dinas Rp117 Miliar
Program Makan Bergizi Gratis Diterpa Kasus Keracunan, Luhut Tolak Hentikan