Senin, 20 Juli 2026

Angka Buta Aksara Turun, Jember Raih Penghargaan Hari Aksara Internasional 2025, Dispendik: Masih Banyak yang Harus Kita Benahi

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 September 2025 | 18:06 WIB
Hadi Mulyono Kadispendik Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Hadi Mulyono Kadispendik Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id –Kabupaten Jember kembali berprestasi dengan mendapatkan penghargaan tingkat nasional, dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-59 yang dilaksanakan bersamaan dengan Gebyar Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI).

Pemerintah Kabupaten Jember menerima penghargaan atas upaya dan kontribusi aktifnya dalam mempercepat penurunan angka buta aksara.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Hadi Mulyono mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan atas pencapaian tersebut.

Baca Juga: Pecahkan Rekor MURI, Pemkab Jember Hadirkan Ratusan Gunungan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

“Alhamdulillah, pada momen peringatan Hari Aksara Internasional kemarin, Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusi aktif dalam menurunkan angka buta aksara," ungkapya.

Hadi menambahkan bahwa penghargaan itu bukan hanya pengakuan belaka. Namun, sebuah bukti konkret dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Ini menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir telah ada perbaikan yang signifikan dalam penyelesaian masalah buta aksara di Kabupaten Jember,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Jember Tegaskan Kemiskinan Absolut Turun 0,34 Persen, Plt Kadiskominfo: Adanya Pertumbuhan Ekonomi

Menurut dia, Kabupaten Jember merupakan salah satu dari empat daerah di Indonesia yang berhasil menerima penghargaan tersebut. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, universitas, hingga masyarakat.

Hadi menjelaskan bahwa berdasarkan data sebelumnya, Jember menghadapi tantangan besar terkait jumlah anak yang tidak bersekolah yang cukup tinggi.

“Dua sampai tiga tahun lalu, data dari Dapodik dan EMIS mencatat sekitar 42 ribu anak yang putus sekola,” imbuhnya.

Baca Juga: Update Program Pemkab Jember, Gus Fawait: Sebanyak 4 Ribu Sambungan Listrik Baru akan Segera Direalisasikan

Namun, setelah dilakukan verifikasi ulang bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), jumlah tersebut menurun drastis menjadi 22 ribu anak.

Serangkaian program strategis juga mendukung usaha penurunan angka buta aksara itu. Misalnya, verifikasi data berbasis mahasiswa KKN, yang menjamin keakuratan kondisi anak-anak yang tidak bersekolah di lapangan.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X