“Tadi saya pikir penyerapannya rendah, tapi ternyata lebih bagus dari yang saya perkirakan. Dan programnya, multiplier effect-nya ke perekonomian memang cukup signifikan,” ujarnya.
Sementara itu, BGN menyiapkan proyeksi besar untuk tahun depan. Dengan alokasi Rp335 triliun, target serapan sejak awal 2026 dipatok hingga Rp1,2 triliun per hari. Pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat melalui lebih dari 25 ribu SPPG aglomerasi serta 6 ribu SPPG di wilayah terpencil.
Meski begitu, bayang-bayang isu dapur fiktif masih membayangi program ini. Dadan sebelumnya menegaskan pihaknya sudah melakukan pembersihan data lewat sistem rollback di portal Mitra.
Dari 6.018 SPPG yang terkena rollback, sebanyak 2.123 berhasil memulihkan status setelah menunjukkan keseriusan. Upaya ini dilakukan agar target nasional 25.421 dapur hingga akhir tahun bisa tetap dikejar.
Dengan pengawasan ketat dari Kementerian Keuangan, pembatasan tambahan anggaran, serta pembersihan data dapur fiktif, pemerintah menegaskan komitmennya agar dana jumbo Rp99 triliun benar-benar tersalurkan tepat sasaran.
Evaluasi akhir Oktober mendatang menjadi penentu arah kelanjutan program Makan Bergizi Gratis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ayahnya Jadi Menkeu, Video Yudo Sadewa Sindir Orang Miskin Viral, Anak Purbaya Yudhi Sadewa: Crab Mentality
Pernah Ditegur Komisi XI DPR, Gaya Bicara Purbaya Yudhi Sadewa Kembali Disorot, Dokter Tirta: Pak Menkeu Cepet...
Belum Genap 24 Jam Menjabat, Menkeu Purbaya Diminta Turun, Tantowi Yahya Angkat Bicara Soal Gaya Bicaranya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Usulan DPR Soal Penambahan Minyak Goreng 2 Liter dalam Bansos Pangan 10 Kg Beras
Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Pernyataan KPK Soal Suntikan Dana Rp200 Triliun ke 5 Himbara, Menkeu: Tergantung Banknya