Kamis, 4 Juni 2026

Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa UIN KHAS Jember Berikan Konseling ke Puluhan Remaja Banyuwangi

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Selasa, 16 September 2025 | 21:01 WIB
Proses konseling di Banyuwangi. (Dok Humas UIN KHAS Jember)
Proses konseling di Banyuwangi. (Dok Humas UIN KHAS Jember)

SketsaNusantara.id - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, menggelar kegiatan pendidikan pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Banyuwangi.

Hal ini merupakan langkah konkret UIN KHAS Jember, untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu edukasi kepada remaja.

Berdasarkan data, Pengadilan Agama di tahun 2025 telah mencatat permohonan dispensasi kawin kian menurun menjadi 721 kasus.

Baca Juga: Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Gelar Yudisium Strata Satu, Ajak Para Calon Alumni Pertahankan Integritas dan Rendah Hati

Dengan kondisi tersebut, Koordinator PPL Sahila Gamar mengatakan pernikahan dini harus ditekan sejak dini dan diberikan edukasi kepada para remaja.

"Kami melakukan edukasi melalui program Cerda (Cegah Pernikahan Dini dengan Anak Sekolah), agar anak-anak remaja kita bisa memahami pentingnya pendidikan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa 16 September 2025.

Sedikitnya ada 39 anak yang diedukasi dari 13 kelurahan yang ada di Kecamatan Banyuwangi.

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Baru UIN KHAS Jember Bagikan Bibit Pohon ke Pengguna Jalan, Rektor: Ini Penguatan dalam Implementasi Nilai Ekoteologi

"Dibagi menjadi beberapa kelompok, dan mengedukasi tentang faktor pernikahan dini, dampak kesehatan dan menjelaskan tentang pasangan usia subur (PUS) serta pendewasaan usia pernikahan (PUP)," imbuhnya.

"Memang bila dilihat dari faktornya kebanyakan pergaulan bebas, hingga adanya faktor ekonomi. Maka kami langsung terjun ke person, untuk bisa menggetok tularkan ilmu yang didapatkan," paparnya.

Sahila mengungkapkan, banyak pertanyaan seputar persoalan pernikahan dini dari para remaja, salah satunya terkait pendidikan.

Baca Juga: Perkuat Jaringan Institusi dan Bangun Reputasi Global Kampus, UIN KHAS Jember Jalin Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan serta Pelatihan Bahasa Belanda

"Jadi banyak yang menyampaikan dengan putus sekolah, banyak anak-anak remaja ini yang memilih untuk menikah dan sebagiannya lagi bekerja," paparnya.

"Padahal seharusnya di usia produktif ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Dan identifikasi persoalan di lokasi kemarin, akan menjadi bahan kami untuk bisa memberikan masukan kepada orang tua," sambungnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X