Meski dari segi musikalisasi, menurut saya lagu ini yang paling kalem dari ketiga lagu baru sebelumnya, tapi saya rasa di Halimun Rahasia ini emosi di wajah Kharis terlihat paling jelas.
Energi yang diperlihatkan dari gerakan-gerakan dan hentakan tubuhnya saat mengikuti melodi juga terlihat lebih kuat dua kali lipat.
Dan seperti ingin meredakan tension dari In Memoriam dan 3 lagu dari Stambul Arkipelagia Volume I, Orkes Silampukau membawa penonton kembali ke Surabaya lewat Lagu Puan Kelana.
Dan penampilan Orkes Silampukau malam itu ditutup dengan Doa I yang sukses memberikan kesan apik dalam penampilan perdana mereka di Kalisat, Jember.
Pada akhirnya, Panggung Kampung dan rangkaian acara Kalisat Tempo Dulu yang ke-10 dengan tema Lanskap Bercakap ini bukan hanya menjadi ajang belajar yang menyenangkan.
Tapi juga menciptakan sejarah untuk kelak diceritakan dan direkam ulang dalam Kalisat Tempo Dulu yang akan datang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Pro Kontra Permainan Gasing Penghapus yang Viral di Medsos, Guru Ingatkan Bahayanya bagi Siswa SD: Beresiko Lukai Anak hingga Dinilai Pemborosan
Pasca Kecelakaan yang Menewaskan Sejumlah Karyawan RS Bina Sehat, Khofifah Minta Dishub Evaluasi Bus Pariwisata
Update Kecelakaan Naas di Probolinggo, Owner RS Bina Sehat Faida: 9 Orang Jalani Operasi Patah Tulang dan Bedah Saraf
Polisi Terus Selidiki Kasus Kecelakaan Maut di Probolinggo, Dirgakkum Korlantas Polri: Pemeriksaan Saksi Terus Berjalan
Sebut Murni Acara Pribadi Karyawan saat Kecelakaan Maut Jalur Bromo Probolinggo, Ini Pernyataan Direktur RS Bina Sehat Jember
Sampaikan Duka Mendalam Pasca Kecelakaan Maut, Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Jember Gus Fawait Melayat ke Rumah Keluarga