“Kalau musiknya sendiri banyak yang bisa mengubah dunia. Bob Marley dengan musiknya bisa memerdekakan bangsanya dan banyak lagu-lagu yang membakar zaman,” imbuhnya lagi.
Meski jawaban Kharis sangat menarik untuk diperdebatkan, apalah daya saya harus mengalah dengan waktu, membiarkan pentolan vokalis Orkes Silampukau itu menyusul anggota lainnya yang sudah menunggu di dalam mobil.
Sambil menunggu Panggung Kampung dimulai pukul 19.00 WIB, saya duduk di stand merchandise sambil makan cilok yang dijual warga setempat di stand makanan yang berjajar di samping panggung.
Para penonton mulai berdatangan, memenuhi Lapangan Kampung Lorstskal yang bersebelahan dengan Stasiun Kalisat.
Lalu tiba-tiba Plup!
Kampung Lorstkal mendadak gelap, lampu sorot dari panggung yang menyala berkat genset, berputar-putar menertawakan.
Saya yang sedang khusyuk makan cilok kaget, mengira hal itu adalah bagian dari acara. Mungkin biar panggungnya makin terasa megah pikir saya.
Tapi saya salah. Hanna, istri Mas Hakim sekaligus teman kantor saya bilang kalau gardu listrik di depan SMA 10 Nopember terbakar.
“Gara-gara acara ini kah mbak?”
“Nggak, sudah biasa kok di sini. Sering terbakar,” Hanna menenangkan saya—yang bukan panita, yang khawatir kalau-kalau acara ini mengganggu kenyamanan warga.
Sepertinya ucapan Hanna benar, pasalnya, baik panitia maupun warga sekitar yang mulai menggelar alas duduk di sudut lapangan terlihat santai, tak terlalu panik menghadapi lampu rumah yang padam—seolah sudah terbiasa.
Pukul 19.20 WIB, dua pria yang didapuk sebagai MC membuka acara, menyapa warga dan menyambut penampil pertama, Grey Castle dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.
Saya tak terlalu memperhatikan 4 lagu yang dibawakan Grey Castle, masih sibuk menghilangkan rasa pedas dari cilok.
Artikel Terkait
Pro Kontra Permainan Gasing Penghapus yang Viral di Medsos, Guru Ingatkan Bahayanya bagi Siswa SD: Beresiko Lukai Anak hingga Dinilai Pemborosan
Pasca Kecelakaan yang Menewaskan Sejumlah Karyawan RS Bina Sehat, Khofifah Minta Dishub Evaluasi Bus Pariwisata
Update Kecelakaan Naas di Probolinggo, Owner RS Bina Sehat Faida: 9 Orang Jalani Operasi Patah Tulang dan Bedah Saraf
Polisi Terus Selidiki Kasus Kecelakaan Maut di Probolinggo, Dirgakkum Korlantas Polri: Pemeriksaan Saksi Terus Berjalan
Sebut Murni Acara Pribadi Karyawan saat Kecelakaan Maut Jalur Bromo Probolinggo, Ini Pernyataan Direktur RS Bina Sehat Jember
Sampaikan Duka Mendalam Pasca Kecelakaan Maut, Gubernur Jatim Khofifah dan Bupati Jember Gus Fawait Melayat ke Rumah Keluarga