SketsaNusantara.id - Kota Probolinggo baru saja merayakan hari jadinya yang ke-666 pada 4 September 2025 lalu.
Di tengah semarak perayaan HUT ke-666 Kota Probolinggo, momen ini digunakan salah seorang Desainer Grafis untuk mengkritisi pemerintah setempat.
Adnan Mardiyansyah Putra, melalui akun Instagram @adnanmp, melontarkan kritik pedas dengan cara yang cukup unik.
Ia mendesain kembali logo HUT ke-666 Kota Probolinggo dengan 'Probolinggo Darurat Kesenian'.
Logo itu menampilkan bentuk gedung kesenian dengan dominasi warna kontras adalah sebuah simbol sekaligus sindiran keras terhadap kondisi seni budaya di Probolinggo.
Kritik tersebut diduga dipicu adanya dualisme dalam dewan kesenian kota hingga perubahan fungsi gedung kesenian.
Baca Juga: Viral di TikTok, Seorang Ibu Diusir Anak Kandung dan Terlantar di Probolinggo Bikin Haru Warganet
“Bagaimana bisa tidak darurat dimulai dari adanya dualisme dewan kesenian kota, hingga berimbas dipindahkannya gedung kesenian dan dialihkan menjadi lapangan tenis karena yang katanya minim pergerakan,” tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram pribadinya @adnanmp.
Adnan menegaskan bahwa persoalan seni di Probolinggo bukanlah minim pergerakan dari para seniman, melainkan kurangnya perhatian pemerintah.
“Cobalah ke lapangan dan bukan hanya melihat tapi support kami para pegiat seni,” ucapnya dalam unggahan yang sama.
Artikel Terkait
Beda Dari yang Lain, Denny Sumargo Pilih Warna Merah Putih di Tengah Tren Brave Pink Hero Green dan Tegaskan Persatuan
Sosok Nono Anwar Makarim, Ayah Nadiem Makarim, Ternyata Tokoh Anti Korupsi Ternama, Tegas dan Ditakuti, Anaknya Kok Jadi Tersangka?
Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Pemkab Jember Komitmen Berikan Layanan Kesehatan Prima
Kisah Pilu Warga Jember Nur Siti, Puluhan Tahun Berjalan dengan Tongkat, Kini Dapat Bantuan Kaki Palsu
Arinal Djunaidi Eks Gubernur Lampung Dulu Tantang Nadiem Makarim Kini Bestie di Kasus Korupsi, Libatkan Dana 17,28 USD