Target dalam 5 tahun ke depan, proyek di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) dapat membuka hingga 80.000 lapangan kerja baru serta menghadirkan nilai berkelanjutan dari pemrosesan nikel, material katoda, sel baterai hingga manufaktur alat berat.
Tentang GEM
GEM yang berdiri pada tahun 2001 lalu di Shenzen saat ini beroperasi di sejumlah wilayah Asia dan Afrika seperti Tiongkok, Korea, Indonesia dan Afrika Selatan dengan lebih dari 11.000 karyawan.
GEM dikenal sebagai pelopor daur ulang perkotaan dan pengolahan limbak elektronik.
Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah memproses lebih dari 10 persen baterai kendaraan listri dan e-waste Tiongkok setiap tahunnya.
Keunggulan GEM pun diakui oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) dan PBB.
Di Indonesia, GEM telah menanamkan investasi besar dalam material energi baru berbasis nikel, membangun kawasan industri berteknologi tinggi, mendirikan laboratorium riset bersama universitas ternama di Indonesia dan Tiongkok, serta menyediakan program beasiswa yang melahirkan lulusan magister dan doktor di bidang metalurgi.
Semua inisiatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang GEM untuk memperkuat Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Hilirisasi dan Kerja Tim Jadi Fokus Utama Arahan Prabowo Subianto kepada Calon Wamen
MIND ID dan Proyek Hilirisasi Jadi Penopang Dividen BUMN yang Meningkat di 2024, Target 2025 Tembus Rp 90 Triliun
MIND ID Wujudkan Hilirisasi Emas: 125 Kg Emas Batangan Freeport Dikirim ke ANTAM
Dukung Hilirisasi dan Inklusi Keuangan, Prabowo Subianto Resmikan Bank Emas Pegadaian Bersama BRI Group
Rosan Roeslani Umumkan Danantara Pegang Rp16.476 Triliun, GBK Akan Dikelola, Evaluasi Direksi BUMN Dimulai
GBK Resmi Diambil Alih Danantara, Rosan Roeslani Beberkan PR Besar dan Misi Jadikan Ikon Jakarta
Target 2029, Sampah Harus Tuntas: Prabowo Siapkan Strategi Nasional Waste to Energy Libatkan Danantara