Minggu, 19 Juli 2026

Resmi! Danantara Gandeng GEM, Perusahaan Asal China untuk Kembangkan Proyek Hilirisasi Nikel Rp22 Triliun di Indonesia

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 09:45 WIB
Momen penandatanganan head of agreement Danantara-GEM (Dok. Danantara)
Momen penandatanganan head of agreement Danantara-GEM (Dok. Danantara)

SketsaNusantara.id - Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management resmi menandatangani Pokok Perjanjian atau Head of Agreement dengan GEM Co,.Ltd atau GEM.

GEM merupakan perusahaan global ternama yang bergeral dalam bidang metalurgi hijau dan solusi ekonomi sirkular.

Kerjamasa Danantara-GEM ini menjadi langkah nyata peran kedua belah pihak dalam memperkuat hilirisasi nikel di Indonesia.

Kerjasama ini juga mencerminkan komitmen keduanya untuk mengembangkan industri berkelanjutan di tengah transisi energi global.

Baca Juga: IFG dan Danantara Indonesia Dorong Transparansi Aset Negara Lewat Gathering Komunikasi Korporasi, Bahas Tata Kelola dan Kolaborasi Strategis

Kesepakatan tersebut mencangkup kerangka investasi bersama dalam membangun fasilittas peleburah High-Pressure Acid Leaching atau HPAL dengan kapasitas produksi hingga 66.000 ton nikel dalam mixed hydroxide precipitate per tahun.

Proyek yang merupakan kelanjutan dari kolaborasi GEM dan PT Vale Indonesia ini memiliki nilai sekitar USD 1,42 miliar atau Rp22 triliun.

Proyek yang kini diperkuat dengan kehadiran Danantara ini juga membuka potensi dukungan mitra global lainnya.

Baca Juga: Merasa Didukung Penuh Prabowo Tapi Terhambat Lambannya Danantara, Dirut Agrinas Pangan Nusantara Resmi Mengundurkan Diri

Rosan Roeslani, CEO Danantara mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam misi Danantara menghadirkan investasi strategis yang dapat mendorong transformasi sosial-ekonomi.

"Dengan bekerja sama dengan pelopor global dalam metalurgi hijau, kami memajukan agenda hilirisasi negara ini sekaligus memastikan keberlanjutan dan inovasi tetap menjadi yang terdepan. Integrasi penelitian dan pengembangan, energi hijau, serta daur ulang siklus tertutup mencerminkan jenis proyek berdampak tinggi yang akan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan mitra investasi kami,” ungkap Rosan.

Baca Juga: Sinergi Energi Bersih Pertamina-PLN Didukung Danantara, 19 Proyek Panas Bumi Siap Dipercepat Hingga 1.130 MW

Selain investasi di sektor hilirisasi, GEM juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia dengan mengalokasikan USD 30 juta untuk pembangunan laboratorium risert melaturgi.

Pembangunan laboratorium yang bekerja sama dengan Insititut Teknologi Bandung (ITB) ini juga ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset dan inovasi.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X