Selain keramik, penelitian lebih lanjut oleh Michael S. Krzemnick dan tim mengungkap adanya 12.000 mutiara, ribuan permata, hingga emas. “Temuan ini luar biasa karena menunjukkan jejak perdagangan global yang sudah berlangsung seribu tahun lalu,” jelas Michael dalam jurnal Radiocarbon Age Dating of 1,000-Year-Old Pearls from the Cirebon Shipwreck (2017).
Hingga kini, kisah penemuan kapal karam Cirebon atau Cirebon Wreck menjadi catatan penting dalam sejarah maritim Indonesia.
Temuan tersebut bukan hanya membuktikan adanya jalur perdagangan internasional di Laut Jawa sejak seribu tahun silam, tetapi juga memperlihatkan peran penting Nusantara dalam hubungan dagang dengan peradaban besar Asia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Selain KMP Tunu Pratama Jaya, 5 Kapal Ini Juga Mengalami Kecelakaan di Selat Bali: Ada yang Terbakar hingga Tenggelam Karena Kelebihan Muatan
Kapal Tua dan Berukuran Kecil? Inilah Analisa Ahli Kapal Terkait Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
3 Pernyataan Pemilik KMP Tunu Pratama Jaya Usai Kapal Tenggelam di Selat Bali, Ada 1 yang Belum Terjawab
5 Fakta Penemuan Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya, Ditemukan Terbalik hingga Kendala yang Dialami Tim Penyelam
Kronologi Penemuan Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Penyelam Tim SAR Gabungan Sempat Alami Kendala