Kamis, 4 Juni 2026

Nelayan Temukan Kapal Karam di Laut Jawa, Ribuan Keramik Dinasti Tang dan Permata Senilai Rp720 Miliar Tersingkap dari Dasar Laut Cirebon

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi, kapal nelayan temukan harta karun. (Pexels/Kellie Churchman )
Ilustrasi, kapal nelayan temukan harta karun. (Pexels/Kellie Churchman )

SketsaNusantara.id - Seorang nelayan asal Cirebon tidak pernah menyangka jaring ikannya di Laut Jawa justru membawa sejarah besar.

Peristiwa itu terjadi pada 2003, ketika ia berlayar sekitar 70 kilometer dari garis pantai.

Lokasi yang memiliki kedalaman hingga 50 meter dikenal sebagai jalur lalu lintas ikan.

Baca Juga: Pernyataan Gubernur Sulut Pasca Kapal KM Barcelona 5 Terbakar di Perairan Talise, Yulius Selvanus: Saat Ini Ada...

Nelayan tersebut yakin hasil tangkapannya akan melimpah. Namun saat jaring ditarik, ia merasakan beban berbeda. Jaring itu ternyata bukan hanya berisi ikan, melainkan juga pecahan keramik tua.

Temuan tersebut membuat nelayan kaget sekaligus penasaran. Sesampainya di darat, kabar penemuan keramik itu cepat menyebar dan memicu perhatian banyak pihak.

Pemerintah bersama perusahaan swasta kemudian melakukan penyelaman lebih lanjut di titik yang sama. Hasilnya mengungkap ribuan benda berharga yang karam di dasar laut Cirebon.

Baca Juga: Kapal KM Barcelona 5 Terbakar di Perairan Talise, Sulawesi Utara, Kapal Nelayan Bantu Basarnas Manado Evakuasi Korban

Menurut catatan Pusat Arkeologi Nasional, kapal karam tersebut menyimpan total 314.171 keramik berupa porselen, piring, hingga mangkuk.

“Kapal karam di Cirebon terdapat 314.171 keramik yang terdiri dari porselen, piring, mangkuk, dan sebagainya,” tulis peneliti Eka Asih dalam studinya Keramik Muatan Kapal Karam Cirebon (2016).

Nilai harta karun bawah laut itu ditaksir mencapai Rp720 miliar. Penemuan ini disebut sebagai salah satu temuan arkeologi terbesar di awal abad ke-21. Sebagian besar keramik berasal dari China era Dinasti Tang, sekitar abad ke-9 hingga 10 Masehi. Pada masa itu, keramik menjadi komoditas mewah yang diperdagangkan lintas negara.

“Pada masa Dinasti Tang, keramik dianggap seperti harta berharga yang diperdagangkan ke berbagai belahan dunia,” terang Eka Asih dalam studi yang sama.

Namun, para peneliti menilai kapal karam tersebut bukan berasal dari China maupun Arab. Analisis menunjukkan kapal kemungkinan besar dibuat di Nusantara.

Indikasi ini terlihat dari kesamaan keramik yang ditemukan di Cirebon dengan keramik yang juga pernah ditemukan di Sumatera Selatan. Eka menjelaskan, “Hasil penelitian menunjukkan temuan keramik di Cirebon sama dengan di Palembang, pusat Kerajaan Sriwijaya.”

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X