Minggu, 19 Juli 2026

Selain KMP Tunu Pratama Jaya, 5 Kapal Ini Juga Mengalami Kecelakaan di Selat Bali: Ada yang Terbakar hingga Tenggelam Karena Kelebihan Muatan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam di Selat Bali yang kembali jadi sorotan pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya (Pexels/Dave Harwood)
Ilustrasi kapal tenggelam di Selat Bali yang kembali jadi sorotan pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya (Pexels/Dave Harwood)

SketsaNusantara.id - Dunia pelayaran kembali berduka setelah Kapal Motor Penyeberangan atau KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di Selat Bali hari Rabu, 2 Juli 2025.

Kapal penyeberangan ini membawa 53 penumpang dan 12 kru yang tenggelam saat dalam perjalanan menuju dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali.

Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan laut di Selat Bali, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

Baca Juga: KMP Tunu Jaya Tenggelam di Selat Bali, Lambung Kapal Bocor Usai Dihantam Ombak 2,5 Meter

Kecelakaan kapal di wilayah ini sudah berulang kali terjadi dari tahun ke tahun. Selain menelan korban jiwa, insiden-insiden ini juga menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Selat Bali pun dinilai rawan dan memerlukan perhatian serius dalam hal keselamatan pelayaran.

Dihimpun SketsaNusantara.id dari situs resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan berbagai sumber, berikut sejumlah kapal yang mengalami kecelakaan di Selat Bali.

1. KMP Rafelia 2

Kapal feri KMP Rafelia 2 tenggelam di Selat Bali pada Jumat, 4 Maret 2016. Kecelakaan ini menewaskan 6 orang, termasuk nahkoda kapal.

Kapal yang membawa 70 penumpang dan 33 kendaraan ini tenggelam diduga kuat karena kelebihan muatan saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju ke Ketapang, Banyuwangi.

Baca Juga: 8 Fakta Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Sempat Black Out Sebelum Hanyut hingga Jumlah Korban Selamat

Kecelakaan ini ramai jadi sorotan publik mengingat banyak terjadi pelanggaran yang ditemukan dan menjadi penyebab laka laut.

Kemenhub juga menyoroti kondisi kapal yang sudah tua dan tak layak beroperasi serta penanganan darurat yang kurang efektif.

Parahnya lagi, kapal tersebut diketahui tidak mengantongi izin berlayar. Insiden ini menjadi peringatan akan pentingnya audit kelayakan operasional kapal secara berkala.

Baca Juga: Daftar 4 Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya, Kapal Penyebrangan Tenggelam dalam Perjalanan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali, Apa Penyebabnya?

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: dephub.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X