Kamis, 4 Juni 2026

Daftar 4 Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya, Kapal Penyebrangan Tenggelam dalam Perjalanan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali, Apa Penyebabnya?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 08:34 WIB
Potret KMP Tunu Pratama Jaya yang dikabarkan tenggelam di Selat Bali dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali (Instagram/infobanyuwangi)
Potret KMP Tunu Pratama Jaya yang dikabarkan tenggelam di Selat Bali dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali (Instagram/infobanyuwangi)

SketsaNusantara.id - Kabar duka menyelimuti dunia pelayaran. Kapal Motor Penyebrangan atau KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali pada hari Rabu, 2 Juli 2025.

Kapal penyebrangan yang dioperasikan oleh PT. Pasca Dana Sundari ini mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton.

Insiden ini menjadi sorotan karena hingga saat ini puluhan penumpang belum ditemukan dan 4 diantaranya dikabarkan selamat.

Baca Juga: Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Sempat Kirim Sinyal SOS Sebelum Hanyut dan Terbalik

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @infobanyuwangi, kapal penyebrangan ini tenggelam dalam pelayarannya dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali.

Berdasarkan laporan, KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada pukul 22.56 WIB. Namun, sekitar 25 menit setelah lepas jangkar, kapal dikabarkan mengalami gangguan mesin.

Menurut informasi yang beredar, kru kapal sempat melakukan panggilan darurat melaporkan adanya kebocoran di ruang mesin melalui channel 17 pada pukul 00.16 WITA, meminta bantuan darurat.

Baca Juga: Update Insiden Tewasnya 2 Mahasiswa UGM Usai Tenggelam di Laut Maluku, Jenazah Dipulangkan Via Jalur Udara

Tak lama kemudian pada pukul 00.19 WITA, kapal mengalami pemadaman total (black out), kemudian terbalik dan hanyut ke arah selatan, tepatnya di titik koordinat -08°09.371', 114°25.1569.

Posisi kapal terakhir dilaporkan oleh operator penyeberangan di Dermaga LCM Gilimanuk. Hingga pukul 23.35 WIB, kapal dinyatakan tenggelam sebelum mencapai Pelabuhan Gilimanuk.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Banyuwangi, Denpasar, Pos SAR Jembrana, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), TNI AL, Polairud, dan kapal dari perusahaan yang sama langsung dikerahkan.

Pencarian dilakukan dengan mengerahkan sepuluh kapal, termasuk dua unit kapal Basarnas, dua unit kapal KSOP, dua KMP dari perusahaan, dua KRI, satu kapal Satpolairud, dan satu kapal tunda.

Baca Juga: Perkembangan Pencarian 6 Nelayan Jember yang Hilang di Laut Puger, Lokasi Kapal Diduga Berada di Perairan...

Upaya pencarian terkendala cuaca buruk dengan ombak setinggi 1,7 hingga 2,5 meter dan angin kencang yang menyulitkan tim SAR untuk menemukan korban.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X