Tanggapan Ustadz Putra ini segera ramai diperbincangkan. Netizen membanjiri kolom komentar dengan dukungan, kritik, hingga curahan hati terkait kondisi negara.
"Itulah kalau org ga ada ilmu agama ngomong, kadang sesukanya aja dicocok2kan" kata @filthy.casualgamer, menyindir pihak yang dinilai asal menyamakan zakat dengan pajak.
"Mantap pak ustadz, kasih paham. Tiap hari kalau buka sosmed ada aja berita dari pemerintah yang bikin naik tensi" tulis @richie_kevin.
"Negara ini kenapa pak ustadz, capek kali," ujar @hudsafiaulm6, meluapkan rasa lelah terhadap kondisi negeri.
"Sepintar apapun org kl sudah masuk ke pemerintahan ujung2nya seperti itu..." komentar dari @bunguwalan2905, menyoroti praktik pejabat yang dianggap jauh dari harapan rakyat.
Pernyataan Sri Mulyani memperlihatkan bagaimana kebijakan publik seringkali bersinggungan dengan aspek agama yang sangat lekat di masyarakat.
Pajak memang dimaksudkan sebagai kewajiban warga negara untuk menopang pembangunan nasional, namun realitanya kenaikan pajak yang terjadi terus-menerus justru menambah beban masyarakat.
Ditambah lagi, kasus-kasus korupsi dan penyalahgunaan dana publik membuat banyak orang kehilangan kepercayaan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Siapa Bimo Wijayanto? Inilah Profil dan Rekam Jejak Dirjen Pajak Baru yang Gantikan Suryo Utomo
Viral! Plat Nomor BMW Christiano Tarigan Berubah Usai Kecelakaan, Netizen Soroti Pajak dan Kepemilikan Asli
Panggung Pendopo Pati Diguncang Tarian Erotis Trio Srigala hingga Bupati Sudewo Minta Maaf dan Mengaku Terkejut, Netizen: Dari Pajak Rakyat
Sri Mulyani Bakal Terapkan Pajak 0,5 Persen untuk Pedagang Online, Netizen dan Pelaku Usaha Ramai Protes
Main Padel Kena Pajak 10 Persen, Gubernur Jakarta: 'Rata-Rata Pemainnya Mampu, Jadi Tidak Masalah'