Allan juga menyalgunakan uang kredit dari Bank DKI Jakarta yang seharusnya digunakan untuk modal kerja tapi dipakai membayar utang MTN (Medium Term Note).
2. Peran BFW, Direktur Kredit UMKM dan Direktur Keuangan Bank DKI Jakarta (2019-2022)
Peran Babay Farid Wazadi dalam kasus ini yaitu memberikan keputusan kredit terkait memorandum analisa kredit dalam proses kredit
“Selaku direksi Komite A2, yang mempunyai kewenangan memeutus kredit dari limit Rp75-Rp105 m, tidak mempertimbangkan adanya kewajiban MTN PT Sritex pada BRI yang akan jatuh tempo,” imbuh Nurcahyo.
BFW juga tidak meneliti pemberian kredit sebagaimana norma umum dan ketentuan perbankan.
3. Peran PS, Direktur Teknologi Operasional Bank DKI Jakarta (2015-2021)
Pramono Sigit merupakan pejabat Bank DKI Jakarta yang bertanggungjawab dalam setiap keputusan yang diambil terhadap suatu MAK.
Sama seperti tersangka BFW, Pramono rupanya tidak melakukan pertimbangan terhadap kewajiban MNT PT Sritex ke Bank BRI.
Pramono juga memutuskan kredit PT Sritex dengan jaminan umum tanpa kebendaan meski perusahaan teksil tersebut tidak termasuk ke dalam kategori debitur prima.
4. Peran YR, Direktur Utama Bank BJB (2019-Maret 2025)
YR berperan memberikan keputusan pemberian penambahan plafon kredit ke PT Sritex.
Ia menambahkan plafon kredit sebesar Rp350 miliar meski tahu bahwa dalam rapat pengusulan MAK, PT Sritex tidak mencantumkan credit existng Rp200 Miliar.
Selain itu, hasil rapat komite tersebut menyatakan pemberian kredit baru akan disetujui setelah PT Sritex membayar Medium Term Note-nya ke Bank BRI yang akan jatuh tempo.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Resmikan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih, Apakah Dampaknya Akan Menjadi Solusi di Tingkat Akar Rumput?
Viral di TikTok! Bukan Doa atau Zikir, Pasutri Baru Ini Malah Berciuman Usai Sholat dan Bikin Warganet Geram!
Melalui KA Pandanwangi, KAI Daop 9 Perkuat Akses Jember-Banyuwangi
Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Tutup Sementara, Perbaikan Diperkirakan hingga 5 Bulan
Skema Kerjasama Koperasi Merah Putih dan Bulog Siap, Dinas Koperasi Jember Perlu Ekstra Kerja Keras