Baca Juga: Sampah Menumpuk saat Musim Hujan? Coba Ubah Jadi Sabun dan Kursi dengan 10 Cara Simpel Ini
"Jika dilihat, bahan sampah seperti ini emang lumayan cukup sulit untuk didaur ulang, guys. Jadi maka dari itu setelah pemakaian, masukkan ke kantong kresek dengan baik dan rapi”, ungkap salah satu anggota Pandawa Group itu.
Pandawa Group juga menyarankan agar sampah pembalut dibungkus rapi dengan dimasukkan ke kantong kresek dan dibuang ke tempat sampah sebelum diangkut petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Nantinya ini sampah-sampah yang emang agak sulit didaur ulang seperti ini akan dibawa langsung ke TPA untuk dileburkan menjadi RDF. Itulah, sesimpel itu. Akan lebih parah memang jika kalian, para wanita membuangnya sembarangan ke sungai seperti ini.” Ungkapnya sambil menunjukkan tumpukan pembalut di sungai.
Sampah pembalut sendiri tergolong sampah rumah tangga yang cukup sulit untuk didaur ulang.
Terbuat dari kombinasi plastik dan bahan penyerap cairan, maka pembalut sekali pakai ini membutuhkan perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Jika dibuang sembarangan, apalagi ke sungai dampaknya akan mengganggu ekosistem air dan bisa membahayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Baca Juga: Hari Kelima, Warga Bersihkan Sampah di Pantai Watu Ulo Jember hingga Lebih Bersih dan Asri
Meskipun kritik dari Pandawa Group terdengar tajam, tetapi di balik itu ada harapan besar akan perubahan. Bagi mereka, mencintai lingkungan bukan hanya tugas aktivis, tetapi tanggung jawab semua warga negara. Mereka menutup pesannya dengan kalimat yang menusuk.
“Kalau kalian merasa wanita, jangan cuma mementingkan kecantikan kalian doang, tapi perlihatkanlah kalian itu punya etika dalam membuang sampah.”
Kata-kata ini menyadarkan bahwa kecantikan sejati tidak hanya soal penampilan, tetapi juga tentang perilaku dan kepedulian terhadap bumi yang kita tinggali bersama. Kini saatnya masyarakat bergerak untuk perubahan nyata, mulai dari diri sendiri. Sebab menjaga lingkungan adalah sesuatu yang harus dikerjakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sekolah atau Komite Menjual Bahan dan Seragam Melanggar Hukum? Ombudsman Tegaskan Ancaman Serius bagi Praktek Komersialisasi Pendidikan
Kebakaran Hebat Landa Rumah Warga di Sumbersari Jember, Damkar Berhasil Padamkan Api Tanpa Korban Jiwa
Gudang Pengering Tembakau PTPN di Mumbulsari Ludes Terbakar, Api Padam Setelah 2 Jam Lebih
Stok Berlimpah, Harga Tetap Melambung: Warga Jember Pertanyakan Distribusi dan Harapan di Tengah Gejolak Pasar Beras
Kronologi Pendaki Belanda Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kembali Evakuasi Pakai Helikopter hingga Penutupan Jalur Pendakian
Bertemu Setelah Konflik, Gabriel Rey dan Ferry Irwandi Siap Tayang di Podcast?
Pendaki Asing Berturut-turut Celaka Di Rinjani! Setelah Brasil dan Swiss, Kini Pendaki Asal Belanda Dievakuasi dengan Helikopter
Viral di TikTok, Penyedap Rasa Palsu Beredar dengan Harga Murah, TikToker Ko Steve: Rasanya Kayak...