Banyak dari mereka menganggap ritual seperti ini sebagai bagian dari warisan budaya dan kepercayaan lokal yang terus dilestarikan.
Meskipun begitu, tidak sedikit pula yang memberikan komentar sinis, bahkan menyebut kegiatan itu menyeramkan hanya karena tidak memahami konteksnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari penjelasan pada postingannya bahwa mereka berasal dari kelompok Nahdlatul Ulama (NU) di Purwodadi
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan secara rutin sebagai bentuk ziarah dan doa bersama kepada Sunan Gunung Lawu. Seluruh bacaan dan ritual yang dilakukan tetap berada dalam koridor ajaran Islam.
Ritual tersebut telah dijalankan selama 14 tahun tanpa jeda, dilakukan setiap hari Jumat setelah tanggal 11 Syuro.
Para peserta mulai mendaki sejak Kamis pagi dan bermalam di puncak, untuk kemudian menggelar doa bersama dan melaksanakan salat Jumat di lokasi karena jumlah jamaah yang hadir mencukupi.
Soal pakaian serba putih yang dikenakan para peserta, mereka tidak memakainya dari bawah.
Para peserta mengganti pakaian di puncak sesaat sebelum pelaksanaan ritual. Busana tersebut terdiri dari mukena untuk perempuan dan jubah putih untuk laki-laki, mirip seperti pakaian ibadah pada umumnya.
Ritual tersebut dipusatkan di Tugu Puncak Gunung Lawu, sebuah lokasi yang telah dikenal sakral oleh banyak peziarah. Hingga saat ini, pihak terkait seperti Perhutani juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran atau tindakan menyimpang selama kegiatan berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ada Warung Tertinggi? Intip 5 Fakta Menarik Tentang Gunung Lawu, Gak Melulu Soal Dunia Mistis dan Gaib
Moksa ke Gunung Lawu! Kerajaan Majapahit di Ujung Tanduk, Terbongkar Misteri Akhir Hayat Prabu Brawijaya V
Siapa Eyang Bancolono? Disebut Senopati Terakhir Majapahit yang Berkaitan Erat dengan Gunung Lawu
Fakta Menarik Alas Ketonggo Ngawi, Gerbang Wisata Gaib Gunung Lawu yang Punya Tradisi Unik Setahun Sekali
Mbok Yem Gunung Lawu Meninggal Dunia, Legenda Warung Tertinggi Puncak Hargo Dumilah yang Dikenang Para Pendaki