Kamis, 4 Juni 2026

Mbok Yem Gunung Lawu Meninggal Dunia, Legenda Warung Tertinggi Puncak Hargo Dumilah yang Dikenang Para Pendaki

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 23 April 2025 | 17:42 WIB
Legenda dan penjaga Gunung Lawu kini telah tiada, selamat jalan Mbok Yem (Instagram.com/@visit_ngawi)
Legenda dan penjaga Gunung Lawu kini telah tiada, selamat jalan Mbok Yem (Instagram.com/@visit_ngawi)

SketsaNusantara.id — Langit Gunung Lawu seolah berduka. Pada Rabu 23 April 2025 siang.

Kabar kepergian Mbok Yem, penjaga warung tertinggi di Indonesia yang melegenda di kalangan pendaki, resmi dikonfirmasi oleh pihak desa.

Sosok yang memiliki nama asli Wakiyem itu menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dapatkan Ancaman Pembunuhan Saat Live, Netizen: Rapatkan Barisan...

Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @visit_ngawi, menurut keterangan Sugeng Sucipto, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gonggang, Mbok Yem sebelumnya menjalani perawatan di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo, akibat penyakit yang diduga pneumonia akut.

Namun, kepergian fisiknya tak mampu menghapus jejak panjang kisah hidupnya di Hargo Dumilah, 3.150 meter di atas permukaan laut.

Sejak 1980-an, Mbok Yem menjadi sosok yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju puncak Gunung Lawu. Warung sederhananya berdiri tegar di dekat puncak, menantang dingin dan badai, menyambut hangat para pendaki yang letih.

Baca Juga: Postingan Atalia Praratya Disorot Usai Ridwan Kamil Laporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Polri, Bu Cinta: Jangan Pernah...

Di kalangan pecinta alam, Mbok Yem bukan sekadar penjual makanan. Ia adalah simbol keramahan, keteguhan, dan kasih tanpa pamrih di tengah kerasnya alam pegunungan.

Banyak pendaki menceritakan bagaimana ia kerap membantu mereka yang tersesat atau kelelahan, tak jarang mengobati luka dan menyuapi nasi hangat di tengah kabut tebal dan suhu menggigit.

Warungnya, satu-satunya di puncak Lawu, bukan hanya tempat mengisi perut, tapi juga tempat mengisi hati. Di sanalah tawa, cerita, dan semangat kembali dikumpulkan untuk menyelesaikan sisa perjalanan.

Baca Juga: Pemegang Saham BBRI Panen Dividen Rp31,4 Triliun Hari Ini, Pemerintah Kebagian Rp27 Triliun Lebih!

Kini, kabin sederhana itu kehilangan penjaganya. Namun, jejak Mbok Yem telah menancap dalam di hati setiap orang yang pernah menapaki jalur Lawu.

Warung itu boleh jadi sunyi, tapi kisahnya akan terus bergema dan diceritakan oleh para pendaki. Kini Gunung Lawu telah kehilangan sosok legendaris yang hidup dalam hati para pendakinya.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram.com/@visit_ngawi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X