SketsaNusantara.id - Ketua Komite Olahraga (KONI) Jember Sutikno menyatakan bahwa Kabupaten Jember perlu benar-benar berbenah menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Jawa Timur X yang bakal digelar di Kota Surabaya, dua tahun mendatang.
Dalam hal ini, seluruh elemen diharapkan menintropeksi diri untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Mulai pemerintah daerah melalui dinas kepemudaan dan olahraga, KONI, para pengurus cabang olahraga (cabor), hingga para atlet.
Menurut Sutikno, kebutuhan KONI atas dana hibah mutlak, sangat dibutuhkan.
"Sebenarnya, kalau untuk pengurus, tidak ada dana hibah tidak masalah. Artinya, tidak ada tanggung jawab untuk itu," ungkapnya.
Namun, dia menilai bahwa para cabor dan atletlah yang kurang diuntungkan.
"Kita setidaknya perlu berkaca dari kabupaten/kota sebelah," ungkapnya.
Untuk Kota Kediri, telah berada pada peringkat lima besar dalam Porprov Jatim IX Tahun 2025.
"Bahkan, tidak ada porprov, mereka digelontor uang senilai Rp 6 miliar," ungkapnya.
Pada perhelatan porprov kemarin, lanjutnya, kontingen digelontor uang senilai Rp 10 miliar. Jelas, perbandingannya sangat jauh dengan Jember yang hanya digelontor anggaran sebesar Rp 1,2 miliar untuk porprov.
Atas hal itu, Kediri mampu menggelar puslatda selama dua tahun penuh.
"Ini perlu menjadi gambaran Jember tahun depan. Bagaimana atlet mau hebat jika kebutuhannya belum terpenuhi," tegasnya.
Baca Juga: Cegah Kebocoran PAD, Komisi B DPRD Jember Pantau Papan Reklame Tak Berizin: Kami Lakukan Pengawasan!
Artikel Terkait
Kakek di Jember Tekuni Profesi Tradisional, Sambung Hidup dari Hasil Produksi Arang
5 Fakta Menarik Kebun Teh Gunung Gambir Jember, Konon Wisata Tertua sejak 1918, Nomor 5 Paling Berbeda dari Kebun Lain
Operasi Patuh Semeru Kota Jember Sasar 8 Pelanggaran Prioritas
Jembatan Penghubung 2 Desa di Kecamatan Balung Alami Kerusakan, Komisi C DPRD Jember Minta Dinas PU Segera Perbaiki
Gudang Pengrajin Kayu di Jember Hangus Terbakar, Pemilik Alami Kerugian Rp500 Juta