"Tas yang ada di situ, itu tas saya. Karena saya mencari Juliana, maka saya lepas tas dulu dan taruh di situ. Sama sekali bukan tas korban," tegasnya.
Baca Juga: Tolak Kremasi, Ayah Juliana Marins Bersikeras Tunggu Hasil Otopsi Ulang
Ali Mustofa mengaku sempat mengalami tekanan mental akibat serangan publik dan pemberitaan yang menyudutkan.
"Saya down. Orang-orang tidak tahu saya berusaha bertanggung jawab. Saya bolak-balik Senaru-Sembalun tiap hari untuk memantau kabar. Bahkan sampai mengalami kecelakaan saat perjalanan," kata Ali dengan nada emosional.
Setelah insiden tersebut, Ali sementara ini diblacklist dari aktivitas pemanduan di Gunung Rinjani. Dampaknya sangat besar baginya, mengingat profesi sebagai guide adalah mata pencaharian utamanya sejak kecil.
"Saya dari kelas 5 SD sudah bolak-balik Rinjani. Dulu ikut bapak sebagai ekstra porter. Dunia ini sudah seperti rumah kedua. Tapi sekarang saya tidak punya pekerjaan lagi," ungkapnya penuh haru.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @hailotim, pengakuan Ali Mustofa ini diharapkan mampu memberikan sudut pandang yang lebih utuh atas tragedi tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jenazah Juliana Marins Tiba di Brasil Langsung Autopsi Ulang, Keluarga Marins Tak Percaya Hasil Autopsi Indonesia?
Mengenal Agam Rinjani, Kisah Heroik Sang Guide yang Turun ke Jurang 600 Meter Demi Evakuasi Jenazah Juliana
Dari Tragedi Juliana Marins, Wajib Kenali Daftar Lengkap 7 Summit Indonesia yang Mematikan sekaligus Mempesona
Brazil Ancam Gugat Indonesia ke Pengadilan Internasional Atas Kematian Juliana Marins, Ini Konsekuensinya
Tragedi Juliana Marins Jadi Pelajaran Berharga, Raja Juli Antoni Gaet Agam Rinjani Ambil Langkah untuk Peningkatan Keselamatan Pendakian