"Biasanya (pemerintah) kita baru peduli dan klaim (budaya daerah) kalo udah viral dan ramai dibuat rebutan sama negara lain," tuturnya.
Konten kreator bernama lengkap Rizal Mukhafidin ini menyoroti bahwa kreator lokal berperan besar dalam mempopulerkan Pacu Jalur.
Ia berharap pemerintah bisa lebih proaktif mendukung konten kreator lokal sebagai bagian dari branding budaya nasional sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.
"Lucunya yang bikin (pacu jalur) ini viral, ramai dan jadi tren mancanegara tuh bukan karena pemerintah, bukan karena promosi lembaga budaya dan segala macam, tapi kreator-kreator lokal yang bikin videonya," ucap Rizal.
"Mereka yang edit bikin kontennya menarik segala macam yang akhirnya ditonton sama orang-orang luar, terus booming diikutin bule-bule sampe jadi tren dan yang kayak gini tuh bisa jadi branding negara," imbuhnya.
Rizal juga menyarankan agar pemerintah lebih bijak dalam mengelola anggaran promosi budaya dengan memberikan dukungan langsung kepada kreator lokal, alih-alih mengandalkan metode promosi lama yang kurang relevan dengan tren digital.
"Daripada kita budgeting buat promo kebudayaan kita tuh pakai browser atau apapun yang udah jadul banget itu, mending support aja konten kreator. Budaya kita tuh banyak, cuman kita enggak ngerasa heboh dan bangga sama budaya kita aja kalau belum rame (viral)," pungkasnya.
Pacu Jalur adalah kompetisi olahraga dayung tradisional dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang telah ada sejak abad ke-17.
Perlombaan ini menjadi menarik bukan hanya menampilkan perahu yang sangat panjang (bisa sampai 25 sampai 40 meter) yang berisi bisa 40 sampai 60 atlet dayung, tetapi juga karena kehadiran Togak Luan.
Bocah penari yang berada di ujung perahu itu menarik perhatian publik karena gayanya yang unik, menari dengan percaya diri dan penuh semangat hingga disebut-sebut memancarkan "aura" keren.
Atraksi Anak Coki menjadi viral setelah videonya diedit kreator dengan efek slow-motion dan semakin populer diiringi lagu "Young Black & Rich" dari Melly Mike yang liriknya penuh semangat.
Penampilan bocah penari yang mengenakan busana adat Melayu makin menguatkan identitas budaya Pacu Jalur.
Artikel Terkait
Berlayar sejak Tahun 1500, Kapal 7 Layar ini adalah Bukti Keperkasaan Pelaut Indonesia yang Mendunia
Sejak 1980-an, Bangunan di Jember ini Jadi Penjaga Warisan Budaya dan Pusat Edukasi, Tak Hanya Menyimpan Sejarah
7 Fakta Menarik Raden Saleh, Maestro Legendaris Pelopor Seni Modern Indonesia, Karya Lukisannya Mendunia hingga Tampil di MV Jin BTS!
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Tradisi Pemakaman Umat Hindu di Jember, Prosesi Sakral yang Sarat Makna Budaya, Mirip Seperti di Bali?
Band Selokan Belakang Rilis Single 'Jamet Jember Utara', Lewat Genre Musik Garage Rock Teriakkan Perlawanan terhadap Hegemoni Budaya Ibu Kota
Rendang Khas Minangkabau Bukan Sekadar Makanan Lezat Tapi Juga Mengandung Makna dan Nilai Budaya yang Kuat