Minggu, 19 Juli 2026

Geger Pacu Jalur Ramai Diklaim Negara ASEAN, YouTuber Asal Lampung Beri Sindiran Menohok: Pemerintah Baru Peduli Budaya Kita Setelah Viral

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 Juli 2025 | 15:36 WIB
Potret perlombaan Pacu Jalur di Kuansing, Riau yang makin mendunia di tengah tren Aura Farming yang viral di TikTok (X/ianridho)
Potret perlombaan Pacu Jalur di Kuansing, Riau yang makin mendunia di tengah tren Aura Farming yang viral di TikTok (X/ianridho)

"Biasanya (pemerintah) kita baru peduli dan klaim (budaya daerah) kalo udah viral dan ramai dibuat rebutan sama negara lain," tuturnya.

Konten kreator bernama lengkap Rizal Mukhafidin ini menyoroti bahwa kreator lokal berperan besar dalam mempopulerkan Pacu Jalur.

Ia berharap pemerintah bisa lebih proaktif mendukung konten kreator lokal sebagai bagian dari branding budaya nasional sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional.

Baca Juga: Pempek sebagai Simbol Identitas Budaya dan Kuliner Nasional yang Berakar dari Tradisi Masyarakat Palembang

"Lucunya yang bikin (pacu jalur) ini viral, ramai dan jadi tren mancanegara tuh bukan karena pemerintah, bukan karena promosi lembaga budaya dan segala macam, tapi kreator-kreator lokal yang bikin videonya," ucap Rizal.

"Mereka yang edit bikin kontennya menarik segala macam yang akhirnya ditonton sama orang-orang luar, terus booming diikutin bule-bule sampe jadi tren dan yang kayak gini tuh bisa jadi branding negara," imbuhnya.

Rizal juga menyarankan agar pemerintah lebih bijak dalam mengelola anggaran promosi budaya dengan memberikan dukungan langsung kepada kreator lokal, alih-alih mengandalkan metode promosi lama yang kurang relevan dengan tren digital.

"Daripada kita budgeting buat promo kebudayaan kita tuh pakai browser atau apapun yang udah jadul banget itu, mending support aja konten kreator. Budaya kita tuh banyak, cuman kita enggak ngerasa heboh dan bangga sama budaya kita aja kalau belum rame (viral)," pungkasnya.

Baca Juga: Apa Itu Bonus Demografi? Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Bagaimana Jika Separuh Rakyat Indonesia Adalah Anak Muda

Pacu Jalur adalah kompetisi olahraga dayung tradisional dari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang telah ada sejak abad ke-17.

Perlombaan ini menjadi menarik bukan hanya menampilkan perahu yang sangat panjang (bisa sampai 25 sampai 40 meter) yang berisi bisa 40 sampai 60 atlet dayung, tetapi juga karena kehadiran Togak Luan.

Bocah penari yang berada di ujung perahu itu menarik perhatian publik karena gayanya yang unik, menari dengan percaya diri dan penuh semangat hingga disebut-sebut memancarkan "aura" keren.

Baca Juga: Apa itu Glundengan? Mengenal Asal Mula Seni Musik Budaya Asli Jember yang Hampir Punah, Kalah Pamor dari Sound Horeg

Atraksi Anak Coki menjadi viral setelah videonya diedit kreator dengan efek slow-motion dan semakin populer diiringi lagu "Young Black & Rich" dari Melly Mike yang liriknya penuh semangat.

Penampilan bocah penari yang mengenakan busana adat Melayu makin menguatkan identitas budaya Pacu Jalur.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X