SketsaNusantara.id - Selokan Belakang, grup band yang dipunggawai empat remaja asal Jember ini kembali merilis single keduanya yang berjudul "Jamet Jember Utara" pada 25 April 2025 kemarin.
Dikatakan bahwa lahirnya single Jamet Jember Utara ini bertepatan pada waktu pemutar musik melulu soal irama dan gaya ibu kota.
"Ia jadi satu ruang untuk berhenti dan kemudian bertanya kembali. Jamet rupanya hanya tuduhan naif yang menghabisi ruang bersama untuk hegemoni ibu kota,"
"Segalanya kan lekas sembuh dari penyakit Jakarta," ucapnya.
Melalui rilisan Jamet Jember Utara ini, Selokan Belakang ingin membuktikan bahwa musisi lokal terutama Jember boleh bicara soal sekitarnya tanpa minder.
Sebutan jamet yang seringkali dianggap sebagai konotasi negatif karena dianggap norak atau kampungan.
Namun Selokan Belakang ingin mengubah stigma tersebut.
"Menolak pada gagasan mainstream 'kampungan', untuk kemudian mendefinisikannya ulang dengan bangga, dalam format apapun,"
"Dari Kampung juga beragam genre musik bisa dihasilkan, segera, selekas mungkin!,"
Lirik Jamet Jember Utara
Sejak kapan label ini ditancapkan?
Artikel Terkait
Mengenang Hilangnya Ludruk Pak Sabar Kalisat, Misteri di Tengah Gejolak Peristiwa Kelam pada Tahun 1965
Belajar Demokrasi Bareng KPU Jember, SketsaNusantara.id Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Bagi Seniman dan Generasi Muda di Kalisat
Kalisat Tempo Dulu 9 Dara Memeta Kota, Sebuah Upaya Melihat Perjalanan Peradaban Kota Jember dari Perspektif yang Berbeda
Andien Aisyah dan Jejak Masa Kecilnya di Kampung Bromo Kalisat, dari Desa Kecil di Jember hingga Panggung Jazz Dunia
Mengenal Asal Usul Desa Kalisat di Kabupaten Jember, Konon Katanya Berhubungan Erat dengan Penyebaran Agama
Antara Kentongan, Mantra, dan Sayap Merpati: Kisah Budi Prasetyo Menjaga Tradisi Getakan dari Desa Ajung Kalisat
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman