Yang meski tlah berkelana
Tiga miliyar tahun cahaya
Tak akan pernah cukup mengejar sempurna
Single Pertama "Life Would Be Easier"
Sebelumnya, Selokan Belakang telah sukses merilis single bertamanya yang berjudul "Life Would Be Easier" pada 10 Maret 2024 lalu.
Melalui single barunya, Selokan Belakang menitipkan pesan bahwa barangkali hidup akan lebih mudah bila kita mau melepaskan ketakutan-ketakutan yang terlanjur mengakar di batok kepala.
"Ketakutan itu bisa berwujud apapun, ia bisa jadi adalah kekasih yang tidak kenal kasihan, hari-hari tengik di lingkungan yang toxic,"
"Atau jargon-jargon pembangunan berkelanjutan yang sok asyik dan tidak ramah lingkungan," ucap Iqbal, vokalis Selokan Belakang.
Tentang Grup Band Selokan Belakang
Selokan Belakang, nama yang cukup unik dan melekat di telinga sejak pertama mendengarnya. Dari segi aliran musik, Selokan Belakang menasbihkan diri dalam aliran musik Garage Rock.
Grup band yang mengsusung aliran garage rock, post punk revival ini dipunggawai oleh Empat pemuda kabupaten yaitu Hasanudin Haqi (Drum), Bagus Khairurrizqi (Gitar), M. Haykal Somadhani ( Bass), dan Muhammad Iqbal (Vocal, Gitar).
Nama Selokan Belakang sendiri dipilih keempat pemuda tersebut sebagai nama grup band mereka yang tak terlepas dari asal mula lahirnya grup band ini yang juga cukup unik.
"Selokan Belakang sendiri adalah unit bersenang-senang berbasis irama yang lahir dari tempat paling yoyoi sedunia – dekat selokan belakang kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember," jelas Iqbal.
Kini, 2 karya single Selokan Belakang dapat dinikmati di beberapa platform digital.***
Artikel Terkait
Mengenang Hilangnya Ludruk Pak Sabar Kalisat, Misteri di Tengah Gejolak Peristiwa Kelam pada Tahun 1965
Belajar Demokrasi Bareng KPU Jember, SketsaNusantara.id Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Bagi Seniman dan Generasi Muda di Kalisat
Kalisat Tempo Dulu 9 Dara Memeta Kota, Sebuah Upaya Melihat Perjalanan Peradaban Kota Jember dari Perspektif yang Berbeda
Andien Aisyah dan Jejak Masa Kecilnya di Kampung Bromo Kalisat, dari Desa Kecil di Jember hingga Panggung Jazz Dunia
Mengenal Asal Usul Desa Kalisat di Kabupaten Jember, Konon Katanya Berhubungan Erat dengan Penyebaran Agama
Antara Kentongan, Mantra, dan Sayap Merpati: Kisah Budi Prasetyo Menjaga Tradisi Getakan dari Desa Ajung Kalisat
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman