Minggu, 19 Juli 2026

Mengenal Asal Usul Desa Kalisat di Kabupaten Jember, Konon Katanya Berhubungan Erat dengan Penyebaran Agama

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Kamis, 10 April 2025 | 20:00 WIB
Cikal bakal munculnya nama dan daerah Kalisat di Jember, Jawa Timur dan kini berkembang menjadi salah satu kota pusat pertumbuhan. (Youtube.com/@Jalan Poros Official)
Cikal bakal munculnya nama dan daerah Kalisat di Jember, Jawa Timur dan kini berkembang menjadi salah satu kota pusat pertumbuhan. (Youtube.com/@Jalan Poros Official)

SketsaNusantara.id- Kecamatan Kalisat adalah sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Luas wilayah Kecamatan Kalisat diketahui sebesar 53,48 Km2, dimana ketinggian rata-ratanya adalah 281 m dari atas permukaan laut.

Selanjutnya, Kecamatan Kalisat terdiri dari 12 desa dengan salah satunya adalah Desa Kalisat itu sendiri.

Baca Juga: Capai Kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 98 Persen, Jember Terima Predikat UHC Prioritas

Kecamatan Kalisat juga menjadi daerah pusat pertumbuhan yang ada di Kota Jember bagian utara.

Hal tersebut tak lepas dari masa pendudukan Hindia Belanda yang mengeluarkan Besluit Residen Besuki pada 18 Januari 1883 No. 9/42.

Isi besluit atau semacam peraturan itu adalah sebuah tanda atas lepasnya Jember dari Bondowoso dan menjadi Afdeeling.

Baca Juga: Program UHC Prioritas Resmi Dilaunching Warga Jember Bisa Berobat Gratis, Syaratnya Cukup Gunakan KTP

Afdeeling sendiri merupakan sebuah wilayah administratif yang setingkat dengan kabupaten pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Asal muasal Desa Kalisat, Jember pun menjadi pembahasan yang menarik dan tentunya membuat banyak orang penasaran.

Berdasarkan cerita yang disampaikan oleh orang-orang terdahulu, Desa Kalisat berasal dari tahun 1685 yang dilansir SketsaNusantara.id dari website ppid-desa.jemberkab.go.id.

Baca Juga: 10 Hari Masa Arus Balik dan Libur Lebaran, PT KAI Daop 9 Jember Catat Kenaikan Penumpang Hingga 6 Persen

Waktu itu dikisahkan ada tiga saudara yang bernama Halim Joyo Laksono (Buyut Halim) R. Mahin Joyo Kusumo, dan R. Bakat Joyo Manguk (Buyut Genduk).

Tiga orang kakak beradik tersebut memiliki misi berupa tugas untuk mensyiarkan agama Islam ke timur.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X