“Gaza kehilangan sosok besar dan dokter. Dia tidak pernah meninggalkan rumah sakit sejak perang dimulai. Kami tidak tahu apa yang pantas dilakukan sehingga dia harus tewas,” ujarnya seperti dikutip dari apnews.com.
Rusaknya infrastruktur medis dan kepergian satu dari dua ahli jantung makin melemahkan sistem kesehatan yang nyaris runtuh.
Epidemi jumlah korban pekerja medis di Gaza terus meningkat. Lebih dari 70 tenaga medis tewas dalam 50 hari terakhir, dan total 1.400 tenaga medis telah kehilangan nyawa sejak Oktober 2023, berdasarkan artikel dari halaman theguardian.com.
Wafatnya Dr. Marwan al-Sultan dan keluarganya menandai tragedi baru dalam konflik Gaza yang telah melanda infrastruktur medis dan kesehatan masyarakat.
Serangan ini menggambarkan kondisi sistem medis yang rapuh serta kebutuhan mendesak perlindungan terhadap tenaga dan fasilitas medis di zona konflik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Para Aktivis Indonesia Diblokir Polisi Mesir saat Akan Ikut Global March to Gaza, Aksi Kemanusiaan Dihambat
Zionis Israel Bombardir Iran, Tapi Gaza Terus Menjadi Ladang Kematian: Lebih dari 274 Tewas, Ribuan Luka-Luka
Zaskia Mecca Bongkar Pengalaman Diblokir di Kairo saat Ikut Konvoi Global March to Gaza Bersama 9 Aktivis Indonesia: Polisi Sudah Siapkan..
Menegangkan! Zaskia Adya Mecca Update Kondisi Usai Digerebek Polisi di Mesir, Begini Nasib Tim Indonesia yang Ikut Aksi Global March to Gaza Palestina
Zaskia Adya Mecca Ceritakan Kondisi di Mesir saat Ikuti Long March Global ke Gaza, Puluhan Polisi Menahan Pergerakan Timnya