Kamis, 4 Juni 2026

Serangan di Gaza Renggut Nyawa Direktur Indonesia Hospital, Keluarga Tewas di Apartemen

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 19:57 WIB
Dokter Indonesia Hospital di Gaza, Marwan al-Sultan tewas bersama keluarganya akibat serangan udara Israel. (Pexels/Jonathan Fernandes)
Dokter Indonesia Hospital di Gaza, Marwan al-Sultan tewas bersama keluarganya akibat serangan udara Israel. (Pexels/Jonathan Fernandes)

SketsaNusantara.id - Dunia medis dan kemanusiaan berduka setelah Dr. Marwan al-Sultan, dokter spesialis jantung dan Direktur Indonesia Hospital di Gaza.

Dr. Marwan al-Sultan meninggal dunia bersama istri dan beberapa anggota keluarganya dalam serangan udara yang menewaskan total tujuh orang.

Dr. Marwan al-Sultan merupakan satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza dan Direktur Indonesia Hospital di Gaza.

Baca Juga: Innalillahi, Pahlawan Kesehatan Gaza dr Marwan al-Sultan Tewas Terkena Serangan Udara Israel

Anggota keluarganya yang turut tewas dalam kejadian antara lain istri, putri, dan menantunya.

Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id melalui halaman scmp.com, serangan udara dari militer Israel menghantam apartemen keluarga Dr. Marwan di Gaza City pada Rabu siang, 2 Juli 2025.

Tubuh korban sempat tidak dapat dikenali saat dibawa ke Al-Shifa Hospital, pusat perawatan utama di Gaza.

Baca Juga: 7 Poin Klarifikasi Felix Siauw: LGBT dan Iran Lebih Berani Bela Gaza, Sementara yang Sunni Sibuk Ribut di Medsos?

Israel menyatakan serangan ditujukan pada sasaran militan. Namun, para saksi dan pejabat medis menyebutnya sebagai bagian dari peningkatan serangan udara yang berdampak pada warga sipil dan fasilitas medis.

Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi terbaru konflik yang sudah berlangsung selama lebih dari 21 bulan.

Masih dilansir dari website scmp.com, apartemen keluarga Dr. Marwan terkena serangan langsung.

Direktur Al-Shifa Hospital, Mohammad Abu Salmiya, menemukan jenazah Dr. Marwan dan keluarganya dalam kondisi hancur dan sulit dikenali.

“Wajahnya tidak dapat dikenali kami hampir tidak dapat mengenali beliau,” ujar Abu Salmiya.

Sementara itu Kepala Keperawatan Indonesia Hospital, Issam Nabhan, mengenang Dr. Marwan sebagai sosok dokter besar yang bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X