Septian Eka Rahmadi sendiri merupakan korban meninggal dunia dalam insinde terbaliknya kapal longboat yang ditumpang mahasiswa UGM.
Mahasiswa Fakultas Teknik ini ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak usai mengambil sampel pasir di Pulau Warh untuk keperluan KKN.
Baca Juga: UGM Bentuk Komite Etik untuk Christiano Tarigan, Status Mahasiswa Dibekukan dan Izin KKN Ditarik
Sementara mendiang Bagus adalah mahasiswa Fakultas Kehutahan UGM yang sempat dinyatakan hilang usai kejadian nahas tersebut.
Bagus ditemukan pada Selasa malam, 1 Juli 2025 sekitar pukul 23.00 WIT dalam kondisi tak bernyawa.
Selain Eka dan Bagus, 5 mahasiswa UGM lainnya juga turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Kelimanya berhasil selamat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Momen Haru Pencarian Taruna SMK Kelautan Puger Jember Menyusuri Pulau Tak Berpenghuni di Sumenep, Warganet Khawatirkan Kondisi Orang Tua Badrus Sholeh
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 1 Juli 2025, Pertamax hingga Dexlite Alami Penyesuaian
5 Hari Tanpa Kabar, Anak Nelayan Jember yang Dilaporkan Hilang di Pantai Puger Tulis Pesan Menyentuh: Pak Aku Kangen
KMP Mulai Terbentuk, Komisi A DPRD Jember Warning Para Pengurus: Harus Mampu Menjalankan Visi Misi Koperasi
Rencana Penutupan Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi, Komisi C DPRD Ingatkan Efek Dominonya