SketsaNusantara.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengundang 100 anak yatim piatu dan penyandang disabilitas untuk berbelanja perlengkapan sekolah.
Kegiatan yang cukup unik ini sangat berkesan dan menjadi hari yang spesial untuk anak-anak. Mereka tampak bahagia dan ceria. Yang menarik, Gubernur Khofifah sendiri turut memilihkan perlengkapan sekolah untuk mereka.
“Mau yang mana ayo ambil. Tersedia buku gambar, buku, pensil, dan jangan lupakan krayon atau pensil warna,” ucap Khofifah sambil menemani anak-anak memilih berbagai peralatan sekolah yang mereka butuhkan.
Baca Juga: Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Khofifah Ajak Warga Jatim Teladani Jejak Humanis Gus Dur
Gubernur Khofifah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindakan kebajikan yang diharapkan pada Bulan Muharram. Seperti kia tahu, bulan Muharram dianggap sebagai bulan yang dihormati oleh Allah SWT.
Menurut Khofifah, Muharram juga menjadi saat yang baik bagi umat Islam untuk memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Dia menekankan bahwa bulan ini adalah waktu yang dianjurkan oleh nabi untuk menghormati dan membantu mereka.
Oleh karena itu, Gubernur Khofifah ingin menyebarkan kebahagiaan dan berbagi dengan mereka yang selama ini menjalani hidup tanpa kasih sayang orang tua.
“Ini adalah momen kecil, namun penuh makna untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di toko Gramedia yang membutuhkan alat tulis, pensil warna, dan buku tulis,” jelas Khofifah.
“Apalagi, bulan ini adalah Muharram yang sangat dianjurkan untuk berbuat kebaikan, bulan yang mulia, dan waktunya sangat tepat karena sebentar lagi akan dimulai tahun ajaran baru sekolah,” tambah Khofifah.
Selain itu, Khofifah menekankan bahwa kegiatan berbagi dengan anak yatim piatu dan penyandang disabilitas kali ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan mereka.
“Kami berharap, dengan berbagi kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, kebutuhan dasar pendidikan mereka dapat terjamin, terutama dalam menyambut tahun ajaran baru 2025/2026 yang akan segera dimulai,” ujarnya.
Sementara itu, kegembiraan tampak pada diri Firza, seorang siswa kelas 4 SD Sukun 2 Malang, yang membeli berbagai perlengkapan sekolah seperti penghapus, pensil, krayon, penggaris, dan busur. Semua barang ini dibeli untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.
Artikel Terkait
Jatim Jadi Provinsi dengan Bank Sampah Terbanyak, Khofifah Ingin Wujudkan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik
Peringati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hentikan Eksploitasi dan Kembalikan Anak ke Sekolah
Jalur Pacet - Cangar Kembali Dibuka, Khofifah Imbau Pengendara Untuk Waspada dan Tetap Berhati-Hati
Produksi Padi Jawa Timur Tembus 8,7 Juta Ton GKP, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional
Peringati Momentum Bulan Bung Karno, Wapres Gibran dan Gubernur Jatim Khofifah Ziarah ke Makam Sang Proklamator
Wapres Gibran dan Gubernur Khofifah Buka Bazar Blitar Djadoel 2025: Dorong UMKM, Budaya Lokal, dan Ekonomi Kreatif di Jawa Timur
Perbaiki Infrastruktur Menuju Salah Satu Sekolah dan Ponpes di Probolinggo, Gubernur Khofifah Sebut Itu Bentuk Pelayanan untuk Warga Jatim
Wapres Gibran Didampingi Khofifah dan Bupati Banyuwangi Tinjau Harga Sembako di Pasar Rogojampi, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Khofifah Ajak Warga Jatim Teladani Jejak Humanis Gus Dur
Sempat Mangkir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Khofifah Indar Parawansa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokmas APBD Jatim