Kamis, 4 Juni 2026

Dokter Forensik Bantah Juliana Marins Meninggal Karena Hipotermia, Ungkap Luka-Luka yang Ditemukan saat Autopsi

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 27 Juni 2025 | 13:55 WIB
Dokter Forensik bantah Juliana Marins meninggal karena hipotermia (Tangakapan layar YouTube KOMPASTV )
Dokter Forensik bantah Juliana Marins meninggal karena hipotermia (Tangakapan layar YouTube KOMPASTV )

Alit juga membeberkan luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban saat autopsi berlangsung.

Pendaki yang terjatuh di Gunung Rinjani pada Sabtu 21 Juni 2025 lalu ini mengalami luka di sebagian besar tubuhnya, seperti piunggung, anggota gerak bagian atas dan bawha.

Baca Juga: Ngeri! Foto Agam Rinjani dan 3 Relawan Tim SAR 'Nginep' di Tebing saat Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins

Tak hanya itu, pendaki berusia 27 tahun ini juga mengalami patah tulang dibeberapa bagian.

Akibatnya, Juliana Maris mengalami pendarahan hebat pada organ bagian dalam.

Saat ini, proses autopsi telah selesai dan hasilnya diserahkan kepada penyidik.

Sementara jenazah Juliana Marins masih berada di RS Bali Mandara untuk menunggu jadwal kepulangan ke Brasi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X