Kabut ini disebut sangat membatasi jarak pandang pilot, membuat manuver helikopter di dekat tebing atau jurang menjadi sangat berbahaya.
Di area pegunungan tinggi seperti Gunung Rinjani, angin bisa sangat kencang dan tidak stabil, menyebabkan turbulensi.
Sehingga kondisi ini sangat membahayakan helikopter, terutama saat harus terbang rendah atau diam di satu titik untuk evakuasi.
Mengingat kondisi jurang yang tak memungkinkan itulah, diputuskan metode yang paling aman dan memungkinkan adalah vertical rescue (penyelamatan vertikal) dengan teknik tali-temali.
Dimana tim SAR harus turun langsung ke dasar jurang, kemudian mengevakuasi korban dengan sistem penarikan tali dan ini adalah prosedur standar internasional untuk medan serupa.
Hal ini menunjukkan, meskipun penggunaan helikopter seringkali menjadi harapan pertama dalam evakuasi cepat, dalam kasus Juliana Marins di jurang Rinjani, faktor medan, cuaca, dan keterbatasan operasional helikopter secara kolektif membuat opsi ini tidak memungkinkan atau terlalu berisiko tinggi.
Untuk itu Tim SAR akhirnya memilih metode yang paling aman dan efektif, meskipun membutuhkan waktu dan upaya yang sangat besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Pendaki Asal Brasil Juliana Marins Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani, Terjebak di Kedalaman 500 Meter Proses Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem
Kronologi Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani, Basarnas Sempat Tunda Proses Penyelamatan
6 Fakta Insiden Pendaki Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kesulitan Evakuasi hingga Penutupan Sementara Pendakian
Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia
Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani
Tim SAR Dibully Usai Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani, Analis Basarnas: Penyelamatan di Gunung Kompleks dan Berbahaya